Menu

PASAR TRADISIONAL IDENTIK DENGAN KOTOR, BECEK, BAU, SEMRAWUT DAN TANPA SENYUM

  • Jumat, 14 November 2008
  • 4622x Dilihat
Kesan-kesan kotor, becek, bau, semrawut dan pelayanan yang terkadang kurang ramah kepada pembeli masih melekat di beberapa sudut pasar tradisional yang kita miliki. Itu semua berpulang pada pengelolaan pasar itu sendiri dan perubahan pola pikir pedagang untuk memberikan pelayanan prima kepada pelanggan. Manajemen pasar, baik pengaturan pedagang dalam los dan kios, pengelolaan sampah dan limbah, penyediaan lahan parkir, pemeliharaan gedung dan pengaturan fasilitas penunjang lainnya menjadi kunci penting untuk merubah citra kotor, becek, bau dan semrawut tadi. Pola pikir pelayanan prima kepada konsumen juga harus dipupuk pada setiap pedagang. Senyum sapa santun merupakan salah satu upaya untuk menarik minat konsumen melakukan pembelian di toko. Demikian juga penataan barang dan kebersihan areal toko menjadi tanggung jawab pedagang untuk menjaga kesan belanja nyaman. Kesemuanya ini mutlak diperlukan untuk menjaga eksistensi pasar tradisional dengan proses tawar menawar yang menjadi ciri khasnya ditengah gempuran pasar-pasar modern yang kini mulai masuk ke daerah. Beberapa kelebihan dari pasar modern seperti keamanan, kenyamanan, dan kepuasan berbelanja merupakan hal-hal yang dapat diadopsi untuk diterapkan di pasar tradisional. Tanpa menghilangkan ciri khas pasar modern dan tetap memberikan kesempatan berusaha bagi pedagang-pedagang kecil, penerapan sistem seperti pada pasar modern dapat lebih memuaskan keinginan konsumen yang berbelanja. Manajemen pasar tradisional dengan mengadopsi sistem pasar modern haruslah dimulai dari pengola pasar itu sendiri. Berdasarkan hal tersebut Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kota Denpasar menyelenggarakan Pelatihan Pembinaan Pasar Tradisional bagi pengelola-pengelola pasar di wilayah Kota Denpasar. Pelatihan yang diselenggarakan pada Kamis (13/11) kemarin menampilkan pembicara dari Dinas Perindag Propinsi Bali yang menangani pembinaan pasar tradisional dan Manajer Operasional Tiara Dewata yang telah berpengalaman mengelola swalayan modern di Kota Denpasar. Dalam pelatihan itu pula ditampilkan vidio hasil kunjungan tim Dinas Perindag ke Blok A Pasar Tanah Abang sebagai tempat pasar tradisional yang telah dikelola secara modern dengan fasilitas yang layaknya pasar modern. Menurut Kasi Bina Sarana Dan Usaha Perdagangan IGA Laksmi Saraswati yang ditemui seusai membuka pelatihan ini, tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan gambaran awal kepada pengelola pasar tradisional agar mulai menata diri menuju pelayanan prima kepada konsumen di pasarnya masing-masing. (up)