TANGANI LIMBAH AGAR BERNILAI TAMBAH
Penanganan masalah limbah memegang peranan penting dalam pengoperasian suatu usaha. Hal ini terkait tidak hanya masalah kesehatan tempat kerja dan lingkungan alam, melainkan juga hubungan usaha dengan masyarakat sekitar. Demikian terungkap dalam kunjungan yang dilakukan Dinas Perindag ke pengusaha Kopti Makmur Jl. Kebo Iwa No. 97 Denpasar. Kelompok Kopti Makmur merupakan pengusaha di bidang produksi tahu tempe yang kini beranggotakan 120 orang tersebar di Jl. Tukad Buaji Gg. 27 Sesetan, Jl Pulau Enggano No.3 dan Jl. Pucuk Sari Ubung. Pengelolaan limbah dilakukan dengan menampung sisa pemrosesan tahu tempe kedalam septictank yang dimiliki. Kedepan limbah-limbah tersebut akan diproses menjadi pupuk sehingga memiliki nilai tambah. Pembinaan yang dilakukan Dinas Perindag tidak hanya sebatas pada pengelolaan limbah saja. Usaha yang mengimpor bahan baku dari Amerika Serikat melalui importir Surabaya ini kini mengalami masalah melonjaknya bahan baku yang semula seharga Rp.3.500,- / kg menjadi Rp. 5.300,- /kg. Untuk itu langkah pembinaan yang juga melibatkan konsultan ahli Belanda ini akan fokus kepada perbaikan kesenjangan harga bahan baku dengan harga jual hasil produksi.