Menu

Tanamkan Budaya Industri Untuk Ajeg Bali

  • Selasa, 04 September 2007
  • 1231x Dilihat
Ajeg Bali harus dilakukan dengan menanamkan budaya industri. Demikian dikatakan oleh Kepala Dinas Perindag Kota Denpasar, Dewa Dharendra saat menutup pelatihan Peningkatan Keterampilan Desain Menjahit Tahun 2007 yang dilaksanakan di Balai Desa Padangsambian Kaja Senin 3 September kemarin. Adanya kecenderungan masyarakat untuk memanfaatkan produksi atau jasa orang lain sampai pada hal-hal yang sepele dalam rumah tangga kesehariannya hanya akan membawa masyarakat untuk hidup konsumtif. Menurut Kadis asal Bangli ini, budaya industri merupakan dasar bagi masyarakat untuk dapat meningkatkan keterampilan diri untuk dipergunakan dalam kesehariannya sampai pada kegiatan yang bersifat komersial. ”Kalau hanya untuk menjarit baju anak yang lepas jaritannya saja harus nyari orang, kapan kita bisa meningkatkan keterampilan kita” ujar Dharendra kepada peserta pelatihan. Menurutnya, apabila masyarakat telah memiliki kebiasaan untuk melatih keterampilan diri mulai dari kehidupan sehari-hari, lapangan usaha maupun pekerjaan akan terbuka dengan sendirinya. Hal ini dikarenakan, kebiasaan yang telah membudaya tersebut akan memunculkan peluang-peluang usaha dengan memanfaatkan keterampilan yang telah diasah dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Pelatihan yang telah berlangsung dari tanggal 20 Agustus tersebut dimaksudkan untuk melatih masyarakat untuk lebih memiliki keterampilan dalam desain jahit menjahit. Dari pelatihan tersebut dibentuk kelompok-kelompok yang berjumlah 5 kelompok untuk terus mengembangkan desain menjahit dalam usahanya. Dalam kesempatan itu pula diserahkan bantuan berupa 5 buah mesin jahit kepada kelompok-kelompok yang telah dibentuk. Program pelatihan seperti ini dimaksudkan untuk memberikan akses teknologi kepada para pengusaha dalam hal ini pengusaha jahit. Selain itu pendampingan-pendampingan akan dilakukan untuk memudahkan akses pengusaha baik kepada teknologi, pemasaran, keuangan maupun pengembangan sumber daya manusia. (Up)