RAPAT RENCANA PENYUSUNAN ROADMAP DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA DENPASAR TAHUN 2015-2020
Roadmap adalah rencana kerja rinci yang menggambarkan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan. Roadmap umumnya disusun sebagai bagian dari rencana strategis. Substansi penulisannya dapat terdiri dari, keadaan saat ini, tujuan yang ingin dicapai, uraian tahap pelaksanaan untuk mencapai tujuan, sasaran dari setiap tahap dan indicator pencapaian sasaran.
Dinas Peindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana menyusun Roadmap Kota Denpasar tahun 2015-2020. Rapat penyusunan Roadmap dilaksanakan pada tanggal 6 Januari 2015 yang dihadiri oleh seluruh Team Rodmap dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Kadis Disperindang, Kepala Bidang PerindustrianI, Kepala Bidang Perdagangan dalam hal ini diwakili oleh Kasi Bina Sarana Perdagangan, Kepala Bidang Kerjasama dan Perlindungan dan staf Disperindag serta anggota Team Kreatif Disperindag Denpasar. Team Fakultas Ekonomi UNUD terdiri dari 7 orang yaitu Prof.Dr.Drs.Made Kembar Sri Budi,MP sebagai ketua Team, Dr. I Gusti Wayan Murjana yasa,SE.M.Si, Dr. IB Putu Purbadharmaja,SE,ME,Dr I Gst Ayu Kt Giantari SE.,Msi, Agoes Ganesha Rahyuda, SE, MT., Phd, Drs I Ngh Kartika,Msi, dan Ni Made Tisnawati, SE., Msi. Pertemuan tersebut dibuka oleh Bapak Kadis Perindag Kota Denpasar. Dalam sambutannya beliau menyampaikan 2 sasaran yang ingin dicapai dalam penyusunan Roadmap ini adalah gambaran terhadap pembangunan kota Industri Denpasar 5 tahun ke depan (2015-2020) dan pembangunan di bidang perdagangan. Beliau juga menyampaikan keinginan Bapak Walikota Denpasar agar Kota Denpasar dapat dibuatkan centra atau cluster pengerajin, mencoba menerapkan OVOP (One Village One Product atau satu desa/wilayah satu produk industri). Tetapi setelah dikaji kemungkinan akan sedikit sulit menerapkan OVOP di Kota Denpasar, karena wilayah kota Denpasar yang tidak begitu luas dan Denpasar tidak memiliki industry berskala besar. Selain itu Denpasar tidak memiliki bahan baku local yang diandalkan. Sebagian besar bahan baku berasal dari luar Bali. Sedangkan salah satu kriteria OVOP adalah bahan baku harus berasal dari wilayah itu sendiri. Tetapi untuk menerapkan cluster kemungkinan masih bisa karena tidak terbatas satu daerah.
Dalam kesempatan yang sama Prof.Dr.Drs.Made Kembar Sri Budi,MP menyampaikan bahwa dengan roadmap ini diharapkan akan membuat koordinasi dan kerjasama menjadi lebih bagus antara pemerintah pusat dengan kota, propinsi dengan kota, bisa diukur dengan alat yg jelas. Untuk itu dibutuhkan beberapa bahan dasar yg akan dipergunakan utk menformulasi, apa yang kira-kira yang bisa diformat untuk 5thn ke depan, spt apa yg akan dikembangkan, apakah akan berorientasi pada penambahan jumlah unit usaha, atau berorientasi pada kemampuan penyerapan tenaga kerja, atau volume produksi yg harus dihasilkan. Karakteristik bisa dilihat dari informasi yg diberikan dari Disperindag. Dari sana diketahui utk 5tahun ke depan hal apa yang akan menjadi focus. Metode yang dipergunakan adalah focus diskusi, kepada mereka yang betul-betul terlibat langsung berfokus pada aktivitas perdagangan dan perindustrian ini.
Salah satu kelemahannya adalah akurasi data yg msh dipertanyakan, sehingga hasil yg didapat menjadi kurang akurat juga. Oleh karena itu, diharapkan Disperindag dpt memberikan informasi yg detail agar dpt mencari pemecahan utk meningkatkan apa yg telah kita capai selama ini dalam perencanaan 5 thn ke depan.
Indikasi persaingan bebas. Kelembagaan menjadi sangat penting. Secara individual masyarakat yang melakukan kegiatan ekonomi di bidang industry maupun di bidang perdagangan itu, kalau masih berdiri sendiri-sendiri akan lemah, tetapi begitu di cluster atau dalam satu kelompok atau dalam satu lembaga yang mengatur aktivitas mereka, maka secara otomatis bargaining mereka meningkat. Sehingga mereka memiliki akses yg lbh besar.
Sebelum menutup acara pertemuan, setiap Kepala Bidang Disperindag menyatakan kesanggupan untuk membantu kegiatan Roadmap ini dan akan memberikan data yang diperlukan oleh Team dari Fakultas Ekonomi Universitas Udayana.
09 September 2025