Menu

Pengenalan www.balidenpasartrading.com Pada Petani

  • Selasa, 18 September 2007
  • 1849x Dilihat
Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Dinas Kelautan dan Pertanian Denpasar mensosialisasikan pentingnya pemasaran melalui internet. Petani perlu mendapatkan pembinaan serta pembelajaran mengenai jiwa kewirausahan. Sehingga sempitnya lahan tidak menjadi halangan untuk melakukan kegiatan bisnis. Diharapkan, selain menekuni sebagai petani juga mampu sebagai wadah / mediator / jasa bisnis disektor pertanian. Hal ini dikatakan Kadis Perindag Kota Denpasar, Drs. I Dewa Ngurah Dharendra, Bk.Tek.,MSi., yang didampingi Kadis Kelautan dan Pertanian Denpasar, Ir. Nengah Udiarsha, MSi., dalam sosialisasi penggunaan website yang dihadiri para petani se Kota Denpasar, Selasa (18/9) kemarin di Aula Kantor Disperindag Denpasar. Menurut Dharendra, masyarakat Kota Denpasar memang sudah saatnya mendapat pembinaan jiwa kewirausahaan. Pasalnya, kota terbesar di Bali ini sangat berpeluang untuk menekuni di sektor jasa. Seperti petani yang hanya memiliki lahan sempit tetapi dibina mampu berjiwa interpreneourship akan dapat menangkap peluang bisnis yang ada. ‘’Jangan hanya berpatokan pada produksi saja, karena di Denpasar lahan sudah semakin sempit. Tetapi dengan kondisi pasar terbesar harus mampu ditangkap. Namun demikian, sebelum mencoba untuk menjual produk harus mampu memahami dan mampu melakukan produksi sesuai produk yang dipasarkan. Inilah yang disebut petani berjiwa interpreneourship,’’ tegas Dharendra. Sementara itu, Udiarsha menegaskan petani yang ada di Denpasar cukup memiliki peluang memasarkan barang lewat internet. Jangan berpikir pasar intertnet hanya untuk pasar ekspor saja, tetapi pasar domestik sangat potensial. Apalagi di Bali banyak sasaran pasar disektor pariwisata seperti hotel dan resturan. ‘’Jangan selalu berorientasi pasar ekspor, untuk tahap pemula perlu menyasar konsumen lokal. Banyak resturan dan hotel memesan lewat internet. Nah peluang inilah yang perlu ditangkap. Untuk melayani pemesanan per hari beberapa kilogram pasti mampu. Kalau nantinya sudah mengarah menjadi petani pembsinsi profesional diharapkan mampu menyasar pasar ekspor,’’ tegasnya sambil melayani pasar ekspor tidak bergitu sulit, asalkan tahu proses yang benar. Salah seorang peserta yang juga Kadus Banjar Bantas Peguyangan Kangin, Ir. I Wayan Sunarta sangat berharap pihak pemerintah membantu memasarkan hasil produksi petani. Selain itu kendala permodalan juga menjadi prioritas yang mesti dibantu. Untuk tingkat pentani sangat diperlukan pembiyaan dengan bunga ringan. Kalau bisa, sistem pengembalian setiap panen. ‘’Kendala kami ditingkat petani masih pada pemasaran dan modal. Kalau masalah produksi, masih dapat ditingkatkan. Namun demikian kepedulian pemerintah memberikan pelatihan peningkatan SDM petani juga sangat dibutuhkan. Ya, seperti sosialisasi ini sangat bagus, apalagi kelihatan tepat sasaran, yakni dibidang pemasaran,’’ tandasnya.