Menu

Mengembangkan Perekonomian Daerah Yang Berbasis Ekonomi Kerakyatan Dengan Pengolahan Pangan Dari Bahan Non Beras

  • Rabu, 03 Oktober 2007
  • 1291x Dilihat
Pelatihan pengolahan pangan dari bahan non beras merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Denpasar untuk meningkatkan dan mengembangkan perekonomian daerah yang berbasis ekonomi kerakyatan. Dengan Pelatihan seperti ini akan timbul motivasi di masyarakat untuk membuka usaha baru ataupun meningkatkan usaha-usaha yang sudah ada. Pengolahan pangan dari bahan non beras disamping sebagai upaya diversifikasi pangan juga masih terbuka luas untuk diusahakan mengingat kebutuhan primer dari setiap orang adalah pangan.Pangan dari bahan non beras seperti: ketela, jagung, kelapa, kacang-kacangan, buah-buahan dan lain-lainnya. Dengan sentuhan teknologi akan memberikan rasa lebih untuk di konsumsi. Maka dari itu pada kesempatan ini di mohon pelatihan pengolahan pangan dari bahan non beras dalam bentuk kue/jajan basah di tiga desa yaitu di Kelurahan Peguyangan (Br. Tagtag Tengah) Kecamatan Denpasar Utara, Desa Dangin Puri Kauh Kecamatan Denpasar Barat dan Desa Penatih Dangin Puri Kecamatan Denpasar Timur. Maksud diadakan pelatihan pengolahan pangan dari bahan non beras adalah: - Mengarahkan agar mau mendirikan usaha rumah tangga dengan membentuk kelompok. - Meningkatkan kemampuan industri/ketrampilan berusaha dari peserta - Memberi kesempatan untuk memperluas lapangan usaha. Tujuan dari pelatihan ini adalah: - Terciptanya lapangan kerja - Mengentaskan kemiskinan dengan terserapnya pengangguran - Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendapatan keluarga. Pelatihan pengolahan pangan dari bahan non beras dilaksanakan mulai tanggal 3 sampai dengan 12 Oktober 2007 di tiga desa yaitu di Kelurahan Peguyangan dari tanggal 3 sampai dengan 5 Oktober 2007, Desa Dangin Puri Kauh dari tanggal 6 sampai dengan 9 Oktober 2007 dan Desa Penatih Dangin Puri dari tanggal 9 sampai dengan 12 Oktober 2007. Pelatihan ini diikuti oleh anggota banjar yang miskin/pengangguran dengan jumlah masing-masing banjar 5 orang dan disetiap desa diambil tiga banjar sehingga jumlah seluruh peserta di setiap desa adalah 15 orang. Pelatihan ini dipandu oleh 2 (dua) orang instruktur dari Sekolah Perhotelan Bali (SPB) Denpasar, materi yang diberikan dalam pelatihan ini mencakup teori dan praktek pembuatan kue/jajan dengan memanfaatkan potensi sumber daya manusia di daerah seperti ketela, jagung, kelapa, kacang-kacangan, buah-buahan dan bahan non beras lainnya. Untuk dapat berlanjutnya proses produksi ini, maka pada setiap keputusan yang terbentuk di setiap banjar diberikan peralatan produksi/memasak.