Menu

Disperindag Gelar Sekolah Pedagang Pasar Rakyat untuk Tingkatkan Pendapatan Pedagang

  • Selasa, 18 Oktober 2016
  • 1163x Dilihat

 Sekolah Pedagang Pasar Rakyat (Sepeda Pasar) Kota Denpasar yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh para pelaku usaha yang berjualan dalam pasar rakyat. Ada juga peningkatan tata kelola pasar oleh pengelola pasar.

Selain itu, kegiatan Sekolah Pasar yang kedua kali ini lebih inovatif, yakni selain mendapatkan pelajaran secara teori, peserta diajak praktek langsung di pasar rakyat yang sudah dikelola bersih, aman, nyaman, dan higenis dan produk yang dijual lengkap. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si., yang didampingi Kabid Perdagangan, Ida Ayu Dewi Citrawati, S.E.,M.Si., dan Kasi Pembinaan Usaha Perdagangan, I Gusti Laxmy Saraswaty, S.S.,M.M., saat membuka Sepeda Pasar 2016, Senin (17/10), di Aula Pasar Agung Peninjoan, Denpasar Utara.

Menurut Wayan Gatra, Sepeda Pasar ini dilaksanakan karena langsung menyentuh pelaku usaha dan pengelola pasar rakyat. “Kegiatan yang pertama kali kami lakukan ini sudah dievaluasi, dan hasilnya sangat bagus, yakni terjadi peningkatan pendapatan dan transaksi,”katanya. Lanjutnya, dilihat dari masyarakat sebagai pengunjung pasar juga mendapat keuntungan. Selain keuntungan keyamanan dan kebersihan, juga barang yang dijual tertata rapi serta lengkap, serta harga yang di bandrol juga bersaing. “Jika sudah mendapat pendidikan tambahan cara mengelola usaha, maka pengunjung terasa berbelanja di pasar modern. Tapi belanja di pasar rakyat masih berlaku tawar menawar, “tegasnya.

Citrawati menjelaskan, peserta Sepeda Pasar ini sebanyak 40 orang perwakilan dari lima pasar. Diantaranya, Pasar Kerta Waringin, Pasar Penatih, Pasar Batan Kendal dan Pasar Ubung. Tujuannya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pedagang dan pengelola pasar tentang prinsip dasar menciptakan pasar yang disenangi konsumen. “Di tempat ini juga sebagai media pengembangan ilmu pengetahuan dan wahana belajar bersama, bertukar pikiran serta tempat peresmian gagasan inovasi untuk kemajuan pasar rakyat ke depan, “jelasnya. Pihaknya ingin menghapus kesan negative dari pasar rakyat sebelumnya, menjadi pasar yang baru, dengan pelayanan yang ramah, bersih, segar, aman dan terpercaya.

“Sepeda Pasar, artinya sepeda merupakan kendaraan rakyat dimana perputaran rodanya memiliki arti perputaran roda perekonomian rakyat kecil yang tidak pernah berhenti ada di pasar rakyat,”tandasnya. Sementara itu, menurut narasumber, Owner Krisna Holding Company, I Gusti Ngurah Anom, dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Bali, Luh Kadek Budi Martini,S.E.,M.M., memberikan semangat berusaha yang benar dan menekankan pelayanan. Seperti Ngurah Anom memberikan tips menjadi pengusaha yang sukses mesti berbekal keberanian, kejujuran, kepercayaan diri, dan tidak sombong.

Sedangkan Kadek Budi mengungkapkan, prinsip dasar menciptakan pasar yang disukai konsumen sebagai pasar rakyat yang ramah, segar, dan terpercaya sangat diperlukan kejujuran pedagang, cara menghadapi pelanggan dengan ramah, menciptakan lingkungan pasar yang aman, nyaman, higenis. “Juga yang penting pedagang mampu mendisplay barang menarik dan lengkap. Pencatatan penjualan juga penting, karena dengan catatan dapat dilakukan evaluasi demi kemajuan usaha.