Menu

WALIKOTA RAI MANTRA SEGERA REKONTRUKSI PASAR AGUNG PENINJAUAN

  • Selasa, 28 Juni 2011
  • 495x Dilihat
WALIKOTA RAI MANTRA SEGERA REKONTRUKSI PASAR AGUNG PENINJAUAN
Denpasar (denpasarkota.go.id), Komitmen Walikota Denpasar IB Rai D.Mantra untuk merevitalisasi pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Denpasar terus dilakukan. Seperti Pasar Agung Peninjauan yang terletak di wilayah Kecamatan Denpasar Timur oleh Tim Revitalisasi Kota Denpasar yang telah dibentuk dalam waktu dekat segera akan direkontruksi. Demikian dikatakan Kadis Perindag Dan Perdagangan Drs. Wayan Gatra,M.Si saat memimpin rapat pembahasan Rencana Detail Perencanaan Pembangunan Pasar Agung yang dihadiri SKPD terkait, Kepala Pasar, Desa Pekraman dan Konsultan, Selasa (28/6) di ruang Praja Madya Kantor Walikota Denpasar. Dijelaskan, tujuan diadakannya rapat pembahasan Rencana Detail Pembangunan Pasar Agung Peninjauan ini adalah untuk penyempurnaan rancang bangun sebelum diajukan ke pusat atau dikerjakan. Seperti misalnya : model atau steel bangunan yang dirancang berasiktektur Bali seperti yang disarankan Walikota, sistim pengolahan limbah, elektrikal dan pemadam kebakaran, CCTV, parkir, penempatan pedagang, toilet, air bersih dan lain-lain. Sehingga ketika bangunan ini sudah berdiri dan dioperasikan nantinya akan mampu menciptakan rasa aman dan nyaman baik kepada pedagang itu sendiri maupun masyarakat konsumen. Ini merupakan tantangan bagi kita untuk mewujudkannya bersama-sama apalagi Menteri Perdagangan Mari Pangestu ketika melakukan kunjungan kemarin jelas-jelas mengatakan keinginannya untuk menjadikan pasar tradisonal di Denpasar sebagai model Pasar Percontohan Tingkat Nasional. Terhadap keinginan ini Gatra mengajak seluruh komponen untuk selalu bekerjasama terutama bagi desa pekraman selaku pemilik maupun pengelola pasar tradisonal untuk selalu kreatif dan inovatif dalam mengelola pasar. Dan seiring dengan pembangunan pasar ini nantinya diharapkan pasar tradisonal akan memiliki daya saing yang tinggi sejajar dengan keberadaan pasar modern. Inilah tujuan Walikota merevitalisasi pasar-pasar tradisional ditengah adanya persaingan global dan sekaligus sebagai upaya dalam mewujudkan Denpasar Kreatif Berbasis Budaya Unggulan. Sementara PT. Bikarna yang berperan selaku konsultan servis melalui juru bicaranya Md. Alit dihadapan peserta rapat menjelaskan, Pasar Agung Peninjauan yang luasnya mencapai 8.708 m2 akan dibangun 6 los masing-masing 4 los di depan dan 2 los di belakang dengan daya tampung pedagang sekitar 380 pedagang. Dari luas yang dimiliki Pasar Agung menurutnya cukup memberi ruang yang representatif dengan mobilitas kendaraan keluar masuk yang mudah diatur, ujarnya tanpa berupaya menjelaskan lebih rinci berapa ideal daya tampung dan luas ruang yang diperlukan. Disamping itu dalam rencana detail Pasar Agung untuk penempatan pedagang khususnya pedagang hewan menurut Alit akan ditempatkan di los paling depan. Terhadap rencana ini ternyata banyak berbuah pertanyaan seperti yang dilontarkan Sudiana, “Tidakkah sebaiknya pedagang hewan ditempatkan di areal paling belakang sebab jangan sampai konsumen baru datang sudah dihadapkan dengan bau yang tidak sedap”, ujarnya. Namun apapun itu terhadap rencana detail Pasar Agung ini akan terus dilakukan penyempurnaan dengan menampung semua masukan yang ada. Pasar tradisional dengan fasilitas modern diera kekinian sungguh terobosan yang luar biasa dan sebagai masyarakat Denpasar kita patut berbangga dengan adanya rencana ini. (Sdn)