Menu

TUMPEK LANDEP, WUJUDKAN KEAJEGAN BALI

  • Jumat, 08 Oktober 2010
  • 362x Dilihat
TUMPEK LANDEP, WUJUDKAN KEAJEGAN BALI
Denpasar (denpasarkota.go.id), Denpasar, Dalamnya spirit yang terkandung pada hari ”Tumpek Landep”, menjadi alasan Pemerintah Kota Denpasar terus menggelar acara yang bertajuk ”Petinget Rahina Tumpek Landep” yang digelar mulai hari ini 8 Oktober hingga 11 Oktober 2010. Acara dibuka langsung Walikota Denpasar I B Rai D. Mantra dihadiri Sekkot Rai Iswara, DPRD dan seluruh SKPD dilingkungan Pemerintah Kota Denpasar ditandai dengan, pencabutan keris dari sarungnya, Jumat (8/10). Bendesa Desa Pekraman Denpasar A.A. Oka Sweca, SH selaku ketua panitia dalam laporannya mengatakan, dengan mengambil tema ” Petinget Rahina Tumpek Landep Nyujur Kejegan Budaya Bali Buah Budaya Nusantara” kegiatan ini diharapkan mampu menginspirasi dan meguatkan tindakan kreatif dalam sinergi budaya dan tehnologi. Sehingga Tumpek Landep diharapkan mampu jadi motor penggerak terhadap perkembangan dunia usaha terutama kerajinan logam dan sentra-sentra perajin lainnya di Kota Denpasar. Dengan makin seringnya sentra-sentra perajin khususnya logam mengikuti kegiatan ini akan membuat produk ini makin dikenal sehingga nantinya mampu menjadi salah satu komoditi unggulan di Kota Denpasar. Ditambahkannya Tumpek Landep bagi sebagian besar umat Hindu merupakan hari turunnya kekuatan Tuhan atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan prabhawanya sebagai Sang Hyang Pasupati, sedangkan kata ”Landep” memiliki makna Lancip atau Tajam. Jadi apabila diterjemahkan ”Tumpek Landep” memiliki pengetian, hari saat turunnya wahyu Tuhan dalam bentuk ketajaman. Jadi pada hari tersebut manusia sebagai salah satu mahluk ciptaanNya berkesempatan untuk menerima ”wahyu ketajaman” yaitu wahyu untuk meningkatkan ketajaman dan pengendalian pikiran. Ketajaman pikiran yang dimaksud adalah peningkatkan pengetahuan, kemampuan baik fisik, mental maupun spiritual. Disamping tujuan yang lain yaitu agar manusia dapat meningkatkan kawalitas hidup dan jati dirinya. Untuk inilah Pemerintah Kota Denpasar berupaya memanfaatkan spirit yang terkandung dalam ”Tumpek Landep” dengan menggelar ”Petinget Rahina Tumpek Landep” dengan mengghadirkan puluhan pengrajin logam. Selain menghadirkan beberapa produk unggulan lainnya, ujar Suweca. Dengan memaknai ”Tumpek Landep” manusia diharapkan dapat lebih menajamkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) untuk kegiatan yang bermanfaat bagi kesejahteraan umat manusia itu sendiri, ujarnya. Petinget Rahina Tumpek Landep menurut Suweca akan berlangsung dari tanggal 8 Oktober hingga 11 Oktober 2010 yang dikemas dengan berbagai macam acara seperti pameran keris, demo produksi, kuliner, serasehan, hiburan band, pertunjukan seni dan budaya seperti bondres, tari klasik, gong rindik dan wayang cengblong, (Sidiada)