TUMPEK LANDEP, MENAJAMKAN SENJATA KEHIDUPAN
Denpasar (denpasarkota.go.id), Tumpek landep merupakan wujud dari Srada dan Bhakti umat Hindu kepada Ida Shang Hyang Widhi sebagai pencipta alam semesta. Tumpek Landep yang jatuh setiap 210 hari sekali tepatnya pada setiap hari Saniscara Kliwon wuku Landep. Kata Landep dalam Tumpek Landep memiliki makna lancip atau tajam. Sehingga Tumpek Landep dapat diartikan senjata tajam seperti tombak dan keris. Benda-benda tersebut dulunya difungsikan sebagai senjata hidup untuk menegakkan kebenaran. Dalam Tumpek Landep benda-benda tersebut diupacarai. Kini, pengertian landep sudah mengalami pelebaran makna dikalangan masyarakat khususnya masyarakat Kota Denpasar. Tak hanya keris dan tombak yang diupacarai, juga benda-benda yang terbuat dari besi atau baja yang dapat mempermudah hidup manusia, di antaranya sepeda motor, mobil, mesin, komputer, radio dan sebagainya.Secara umum untuk merayakannya, masyarakat Hindu menggelar kegiatan ritual yang khusus dipersembahkan untuk benda-benda dan teknologi, yang berkat jasanya telah mampu memberikan kemudahan bagi umat dalam mencapai tujuan hidup. Utamanya adalah benda-benda pusaka, semisal keris,dan tombak. Disamping hal tersebut, sesungguhnya hari suci Tumpek Landep merupakan hari "Rerahinan gumi" dimana umat Hindu bersyukur kepada Ida Sang Hyang Widhi yang telah memberikan kecerdasan, pikiran tajam serta kemampuan yang tinggi kepada umat manusia, sehingga mampu menciptakan berbagai benda yang dapat memudahkan hidup termasuk teknologi. Mesti disadari, dalam konteks itu umat bukanlah memuja benda-benda tersebut, tetapi memuja kebesaran Ida Shang Hyang Widhi Wasa. Sementara secara konotatif, landep itu memiliki pengertian ketajaman pikiran. landeping idep (pikiran), landeping wak (perkataan) dan landeping laksana (perbuatan). Hal itu mengandung makna bahwa pikiran, perkataan dan perbuatan mesti 'ditajamkan' ke arah kemajuan Pikiran manusia mesti selalu diasah agar mengalami ketajaman. Ilmu pengetahuanlah alat untuk menajamkan pikiran, sehingga umat mengalami kecerdasan dan mampu menciptakan teknologi. Dengan ilmu pengetahuan pulalah umat menjadi manusia yang lebih bijaksana dan mampu memanfaatkan teknologi itu secara benar atau tepat guna, demi kesejahteraan umat manusia. Bukan digunakan untuk mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Maka dari itu sebelum merayakan hari raya Tumpek Landep umat Hindu Bali merayakan hari Saraswati, hari turunnya ilmu pengetahuan yang masih erat kaitannya dengan hari tumpek landep. Setelah manusia mendapatkan ilmu pada hari Saraswati, mereka harus mengasah pikiran itu seruncing-runcingnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. (pur)