Menu

SKEMA KREDIT BANYAK, UKM HARUS TELITI MEMILIH SUMBER PERMODALAN

  • Rabu, 08 Juni 2011
  • 742x Dilihat
SKEMA KREDIT BANYAK, UKM HARUS TELITI MEMILIH SUMBER PERMODALAN
Setiap lembaga keuangan tentunya memiliki program permodalan bagi nasabahnya. Skema kredit tersebut pastilah memiliki perbedaan di masing-masing lembaga keuangan. UKM selaku nasabah harus mencermati betul setiap skema kredit yang ditawarkan lembaga keuangan sebagai sumber pendanaan usaha. Bank Indonesia selaku institusi yang membawahi perbankan berupaya mengedukasi masyarakat khususnya UKM tentang skema kredit perbankan. Atas dasar ini pula, Bank Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Kota untuk mensosialisasikan skema kredit kepada UKM sekaligus memberikan pendidikan tentang sumber permodalan dari perbankan. Keberadaan UKM Centre Inkubator Bisnis di Lantai V Pasar Kumbasari dinilai representative sebagai tempat konsultasi nasabah tentang perbankan. Selain dinilai dekat dengan UKM selaku calon nasabah perbankan, fungsinya sebagai tempat pelatihan dan pertemuan UKM binaan Pemerintah Kota menjadikannya sangat cocok sebagai sentra pelayanan UKMKM. Dalam kunjungannya ke UKM Centre selasa (7/6) lalu, Pimpinan Bank Indonesia Denpasar didampingi Konsultan PUMKM dan Analis Senior BI mengatakan akan menempatkan Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) di UKM Centre. KKMB ini bertugas memberikan informasi tentang skema kredit sekaligus menjembatani UKM dalam permodalan. Selain itu, disetiap kesempatan, Account Officer masing-masing bank akan ditempatkan di UKM Centre secara bergiliran. Bank Indonesia juga berkomitmen untuk membantu kegiatan yang dilaksanakan di UKM Centre . Kadis Perindag I Wayan Gatra ditemui dilokasi mengatakan kegembiraannya menyambut niat baik dari Bank Indonesia ini.”Hal ini selaras dengan visi UKM Centre yaitu Terciptanya sinergi berbagai komponen masyarakat dalam mewujudkan sektor usaha indag berbasis ekonomi kerakyatan yang kreatif, maju, tangguh, dan mandiri melalui pemanfaatan sarana UKM Centre. Dengan adanya sinergi ini, pembinaan terhadap UKM akan lebih berkesinambungan dan berkelanjutan”. (up)