RATUSAN PEDAGANG DUKUNG “GAJAH MADA TOWN FESTIVAL IIâ€
Denpasar (denpasarkota.go.id), Guna menguatkan kawasan Gajah Mada menjadi kawasan favorit dan menjanjikan serta menjadi tujuan utama kunjungan. Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindag kembali menggelar event yang bertajuk “Gajah Mada Town Festival IIâ€. Demikian disampaikan Kabid. Bina Usaha Dinas Perindag Kota Denpasar Made Saryawan, SE usai melakukan pertemuan dengan ratusan pedagang Selasa (15/9) di ruang Praja Utama Kantor Walikota Denpasar.
Didampingi Kasi Usaha Perdagangan Laksmi Saraswati, Saryawan atas nama Pemerintah pada prinsipnya mohon dukungan kepada seluruh pedagang di kawasan Gajah Mada agar upaya revitalisasi kawasan ini bisa berjalan cepat. Hal ini juga sesuai dengan apa yang diharapkan Walikota Denpasar I B Rai Dharmawijaya Mantra untuk menjadikan Kota Denpasar sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya Unggulan, ujarnya. Saryawan juga menjelaskan, Festival Gajah Mada yang digelar tahun lalu sungguh diluar dugaan. Antusias masyarakat begitu tinggi hal ini dibuktikan dengan membludaknya masyarakat yang datang berkunjung sekaligus berbelanja. Ini merupakan satu bukti bahwa masyarakat masih sangat mencintai kawasan Gajah Mada. Dengan kelebihan karateristik yang dimiliki seperti budaya, multiculture, tradisional, ekonomi, nostalgia, humanis dan sumber inspirasi kawasan Gajah Mada akan mampu berkembang yang tidak dimiliki daerah lain, ujarnya. Ketika event digelar pedagang juga kecipratan terbukti dapat meningkatkan hasil penjualan hingga melebihi 50 % dengan total pendapatan keseluruhan mencapai 500 juta lebih. Disamping itu sebagai penyelengara hal ini tentu sangat menggembirakan sebab ini merupakan event yang pertama kali diselenggarakan di kawasan Gajah Mada yang berlangsung sukses.
Saryawan juga menambahkan, berpayung pada Sight Seeing Denpasar dengan branding “Gajah Mada Town Festival†yang ditunjang dengan program Denpasar Great Sale dan Food Heritage ternyata kawasan ini mampu membangkitkan jiwa kebersamaan serta meningkatkan geliat ekonomi kreatif. Hal ini semakin meyakinkan dirinya untuk mengelar kembali Festival Gajah Mada dan sekaligus menjadikan festival ini sebagai muara dari berbagai event ekonomi kerakyatan dan budaya lainnya. Ditanya tentang teknis penyelenggaraan festival kali ini Saryawan menjelaskan, akan ada perubahan yang signifikan terutama jadwal pelaksanan yaitu event ini rencananya digelar selama 4 hari dari tanggal 24 hingga 31 Desember 2009 dengan kemasan yang dirancang sedemikian rupa hasil evaluasi dari penyelenggaraan event tahun lalu dan pihaknya juga tetap menggandeng Deva Communication sebagai event organizer. (Sdn)