Menu

RAI MANTRA TINJAU PERSIAPAN PASAR SINDU

  • Selasa, 03 Agustus 2010
  • 540x Dilihat
RAI MANTRA TINJAU PERSIAPAN PASAR SINDU
Denpasar (denpasarkota.go.id), Untuk menjaga eksestensi pasar tradisional ditengah kepungan pasar modern, diperlukan berbagai penataan sehingga tetap dapat menarik minat masyarakat untuk bertransaksi di pasar tradisional. Penataan pasar tradisional yang mampu menyaingi pasar modern telah dilaksanakan oleh pasar tradisional Sindu, Sanur. Demikian disampaikan Ketua Yayasan Pembangunan Sanur IB. Gde Sidharta didampingi Plt. Kepala Pasar Sindu Made Sudana ditemui disela-sela menerima kunjungan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra yang didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara beserta instansi terkait, Selasa (3/8) meninjau persiapan peresmian pasar Sindu oleh Menteri Perdagangan RI, Mari Elka Pangestu. Lebih lanjut Sidharta menambahkan pasar Sindu yang dibangun berdasarkan swadaya dari pedagan dan Yayasan Pembangunan Sanur dibagi dalam tiga peruntukan yaitu pasar pagi, pasar seni dan pasar senggol atau food court. ”Pasar Sindu ini sengaja kami rancang dengan sentuhan yang lebih modern sehingga aspek kebersihan dan kenyamanan pengunjung menjadi perhatian kami, apalagi kami berada di pusat pariwisata, karena tidak jarang wisatawan datang berkunjung ke pasar ini, jadi masalah kebersihannya menjadi prioritas kami,” kata Sidharta. Keberadaan pasar Sindu diharapkan mampu menghilangkan kesan kumuh pasar tradisional di Denpasar khususnya. Made Sudana menambahkan areal pasar ini berdiri diatas lahan seluas 51 are diperkirakan menghabiskan dana sebesar 3,5 milyar rupiah. Jumlah pedagang dapat tampung dalam pasar tradisional mencapai 361 pedagang yang sebagian besar merupakan masyarakat lokal. Dari jumlah tersebut 150 ditampung los dan 78 menempati toko sisanya pedagang musiman. Untuk pedagang di los ditata sesuai dengan jenis dagangan yang di jual sehingga masyarakat lebih mudah untuk berbelanja. “Disamping itu dengan penataan sesuai dengan jenis dagangan dapat mempermudah menjaga kebersihan pasar,” ujar Sudana. Los dalam pasar Sindu menurut Sudana terbagi menjadi 3 los yaitu los A khusus untuk para pedangan menjual alat upacara dan buah, los B untuk pedagang menjual sembako dan jajan bali sedangkan los C untuk pedagang menjual daging. Setiap los di pasar tersebut disediakan 3 set bak sampah yang diperuntukan sampah organik, plastic dan sisa makanan. Yang terpenting dalam pengolahan limbah, pasar Sindu telah menggunakan pengolahan limbah ala hotel. Semua limbah hasil pasar diolah kemudian digunakan utuk keperluan lain seperti menyiram tanaman. Penerapan pengolahan limbah ala hotel pada pasar Sindu merupakan satu-satunya di Indonesia.(Gst)