Menu

PETINGET RAHINA TUMPEK LANDEP, Ratusan Keris Bertuah Dari Berbagai Daerah Dipamerkan

  • Rabu, 04 Mei 2011
  • 609x Dilihat
PETINGET RAHINA TUMPEK LANDEP, Ratusan Keris Bertuah Dari Berbagai Daerah Dipamerkan
Denpasar, Maknai Rahina Tumpek Landep kali ini, Pemkot Denpasar pamerkan ratusan keris bertuah dari berbagai daerah. Dipajangnya beragam keris bertuah inidimaksudkan untuk mengingatkan kembali masyarakat tentang arti dan makna keris yang memiliki multi fungsi seperti; identitas, kultural, sosial dan kultural. Pembukaan pameran ditandai dengan pencabutan keris dari sarungnya oleh Wawali Jaya Negara didampingi Sekkot A.A. Rai Iswara, Kadis Disperindag Drs. I Wy. Gatra, M.Si, Jro Bendesa Desa Pekaraman Denpasar A.A. Oka Suwetja, SH dan disaksikan undangan lainnya salah satunya adalah Sekjen Nasional Pakerisan Indonesia Wiwoho Basuki Tyokrohadiningrat, Rabu (4/5). Jro Bendesa Desa Pekraman Denpasar A.A.Oka Suwetja, SH selaku ketua panitia dalam laporannya mengatakan, penyelenggaraan petinget rahina Tumpek Landep merupakan implementasi dari kegiatan fasilitasi pengembangan usaha kecil dan menengah berbasis budaya unggulan. Kegiatan kali ini mengambil tema “ Mengapresiasikan Keris Pusaka Sebagai Budaya Unggulan” hal ini dimaksudkan untuk mengingatkan kembali pada masyarakat bahwa keris bagi setiap keluarga memiliki peranan multi fungsi baik sosial, sebagai identitas diri maupun keluarga, kultural dan spiritual. Disamping itu kegiatan petinget Tumpek Landep kali ini juga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman tentang makna dan peranan hari Tumpek Landep sebagai motor penggerak tehnologi di Bali yang tercipta dari ketajaman adnyana/pikiran. Serta untuk membangkitkan kembali tradisi luhur kepada masyarakat luas tentang Satu Keluarga Satu Keris yang apabila dimaknai memiliki fungsi yang sangat beragam. Disamping itu kegiatan ini juga sebagai upaya untuk memotivasi para pengrajin khususnya perajin pande besi, emas dan perak di Kota Denpasar untuk dapat meningkatkan produktifitas dan kreatifitasnya dengan bertukar pikiran dan pengalaman antar sesama perajin. Dikatakan pula untuk membedah bagaimana memaknai Tumpek Landep dan apa yang terkandung didalamnya pihaknya juga akan menggelar acara Sarasehan pada tanggal 5 Mei dengan melibatkan para pakar dibidangnya mulai dari budayawan, seniman,akademisi, cendikiawan, bendesa, tokoh agama, tokoh adat, STT, pelajar,pihak swasta dan insan pers. Menurut Agung Suwetja kegiatan serasehan ini pasti akan jadi menarik karena pemakalah yang dihadirkan adalah para pakar dibidangnya seperti; IB Sudarsana (ketua Parisada Hindu Bali), Nyoman Budiana (pakar keris), Suteja Neka (pakar keris pemilik museum Neka), Prof Weda Kusuma (guru besar Sastra UNUD) dan Komang Astita (ketua Listibiya Kota Denpasar. Wawali Jaya Negara sebelum membuka pameran berkesempatan pula meninjau beberapa lokasi stand termasuk stand yang memajang keris-keris pusaka yang terletak disebelah selatan Museum Bali. Kegiatan pameran yang berlangsung dari tanggal 4 hingga 6 Mei 2011 juga dimeriahkan dengan berbagai atraksi kesenian seperti; bondres, tari-tarian dan tetabuhan disamping bursa keris serta berbagai asesoris kerajinan seperti; emas, perak dan tembaga dan tidak ketinggalan stand kuliner.