Menu

PERLUAS PASAR, DISPERINDAG DENPASAR LAKUKAN MISI DAGANG KE BATAM

  • Selasa, 24 Agustus 2010
  • 677x Dilihat
PERLUAS PASAR, DISPERINDAG DENPASAR LAKUKAN MISI DAGANG KE BATAM
Denpasar (denpasarkota.go.id), Perkembangan Usaha Kecil dan Menengah belakangan ini di Kota Denpasar terus meningkat sering dengan membaiknya perekonomian nasional. Untuk memperluas akses pasar dan pangsa pasar dalam negeri, Disperindag Kota Denpasar dengan menggandeng sejumlah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta pengrajin melakukan misi dagang lokal ke Kota Batam. Kegiatan Misi Dagang ini dilakukan dengan mengadakan pertemuan dan penandatangan MOU perdagangan dengan Kadin setempat serta sejumlah pengusaha di Batam dilakukan tanggal 18-21 Agustus di Pusat Informasi dan Pelayanan Haji Kota Batam. Kadisperindag Kota Denpasar Drs. Wayan Gatra yang memimpin misi Dagang Lokal ini mengatakan selama ini pihaknya sudah melakukan berbagai cara untuk memperluas akses pasar seperti melalui pameran dagang, pemasaran lewat internet atau e-commerce dan cara-cara konvensional lainnya. ”Untuk menggairahkan produksi dalam negeri berbagai cara kami lakukan sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, jika dengan jalan misi dagang ini berhasil dan mendapat resposn yang positif, di tahun-tahun mendatang kita akan polakan cara seperti ini,” kata Gatra. Menurutnya di era perdagangan bebas saat ini pemasaran suatu produk tidak lagi mengenal batas suatu negara. Produk luar negeri semakin hari akan semakin membanjiri pasar dalam negeri dan ini harus diantisipasi dengan lebih gencar mengadakan promosi dan pemasaran yang lebih gencar dengan tetap memperhatikan kualitas produk. Dipilihnya Batam sebagai pusat kegiatan misi dagang karena Batam adalah merupakan kota pariwisata serta kota industri yang banyak dikunjungi oleh wisatawan asing, terutama wisatawan serta pekerja dari Malaysia dan Singapura. Dengan misi dagang yang mempertemukan antara pengusaha Denpasar dan pengusaha Batam akan lebih mempercepat produk sampia ke tangan konsumen. ”Kami berharap produksi kerajinan Bali bisa dipasarkan langsung di Kota Batam,” kata Gatra yang didampingi Kabid Kerjasama dan perlindungan Dra. Luh Gede Ratnaningrat. Pada bagian lain Ratnaningrat menambahkan produsen di Denpasar sudah mampu memasarkan berbagai produknya yang dibutuhkan pasar dalam negeri maupun ekspor,namun masih terlihat berbagai kendala dalam pemasaran produk dalam negeri terutama untuk bersaing dengan produk impor. ”Pada sisi lain beberapa masalah spesifik yang muncul dalam kegiatan usaha dagang kecil dan menengah antara lain kelangkaan bahan baku, tidak memiliki akses pasar, kurangnya informasi harga dan peluang pasar di daerah,” katanya. Produk-produk unggulan Denpasar yang dipromosikan lewat misi dagang seperti garmen, kain endek bordir, perak, keramik, produk spa, kipas kayu, pernak-pernik serta pengrajin batu alam mendapat sambutan yang antusias dari pengusaha Batam. Kadisperindag Kota Batam Ahmad Hijazi, SE. Msi yang didampingi Ketua Kadin Batam Ida Farida begitu kagum menyaksikan produk pengerajin Denpasar. Ketua Kadin Ida Farida yang mengajak beberapa pengusaha dan pengelola mall di Batam seperti Nagoya Hill, Mega mall, DC mall, PT. Sarinah, Harbour mall dan BCS mall mengatakan siap membantu memasarkan hasil produksi pengrajin Bali. Bahkan pada kesempatan tersebut dilakukan penandatangan MOU antara pengerajin Denpasar dengan sejumlah pengelola mall di Batam. (Dw)