PERCEPAT PEMASARAN DISPERINDAG DENPASAR LAKUKAN MISI DAGANG KE KOTA MEDAN
Denpasar, Perdagangan bebas sebagai ciri globalisasi, memberikan dampak yang significan bagi perkembangan ekonomi dunia, hal ini tentu juga berimbas pada perekonomian di Denpasar. Perkembangan Usaha Kecil dan Menengah belakangan ini di Kota Denpasar terus meningkat seiring dengan membaiknya perekonomian nasional. Untuk memperluas akses pasar dan pangsa pasar dalam negeri, Disperindag Kota Denpasar dengan menggandeng sejumlah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta pengrajin melakukan misi dagang lokal ke Kota Medan Sumatera Utara. Kegiatan Misi Dagang Lokal ini dilakukan dengan mengadakan pertemuan dan penandatangan MOU perdagangan dengan Kadin setempat serta sejumlah pengusaha di Medan belum lama ini.
Kadisperindag Kota Denpasar Drs. Wayan Gatra yang memimpin misi Dagang Lokal ini mengatakan selama ini pihaknya sudah melakukan berbagai cara untuk memperluas akses pasar seperti melalui pameran dagang, pemasaran lewat internet atau e-commerce dan cara-cara konvensional lainnya. â€Untuk menggairahkan produksi dalam negeri berbagai cara kami lakukan sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, jika dengan jalan misi dagang ini berhasil dan mendapat resposn yang positif, di tahun-tahun mendatang kita akan polakan cara seperti ini,†kata Gatra. Menurutnya di era perdagangan bebas dan jaman globalisasi saat ini pemasaran suatu produk tidak lagi mengenal batas suatu negara. Produk luar negeri semakin hari akan semakin membanjiri pasar dalam negeri dan ini harus diantisipasi dengan lebih gencar mengadakan promosi dan pemasaran yang lebih gencar dengan tetap memperhatikan kualitas produk. Dipilihnya Medan sebagai pusat kegiatan misi dagang karena Medan memiliki potensi pemasaran yang cukup potensial. “Kota Medan telah menjalin hubungan kerjasama pemerintahan dan perdagangan dengan Kota-Kota di Malaysia serta Bangkok Thailand. Dengan demikian akan terjadi kontak dagang yang intensif antara masyarakat Medan, Malaysia dan Bangkok. Adanya misi dagang lokal ini tentu akan memberikan keuntungan tersendiri bagi para pengusaha kecil dan menengah Kota Denpasar yang melaksanakan misi dagang ke kota Medan. Dengan misi dagang yang mempertemukan antara pengusaha Denpasar dan pengusaha Medan akan lebih mempercepat produk sampai ke tangan konsumen. â€Kami berharap produksi kerajinan Bali bisa dipasarkan langsung di Kota Medan,†kata Gatra yang didampingi Kabid Kerjasama dan Perlindungan Dewa Made Puspawan.
Pada bagian lain Puspawan menambahkan Persaingan dewasa ini semakin ketat, oleh karena itu dituntut kualitas produksi yang makin baik. Namun demikian hal ini belumlah cukup jika aspek yang terakhir yakni pemasaran tidak tergarap secara maksimal. “Nah hal ini inilah yang kita garap sekarang, sehingga hasil-hasil produksi dari UMKM di Kota Denpasar dapat lebih dikenal di pasar nasional, regional maupun internasional,†kata Puspawan. Dikatakan misi dagang ini bertujuan memfasilitasi pelaku usaha di kedua kota ini yakni Denpasar dan Medan sehingga dapat saling bertukar informasi mengenai produk masing-masing. Namun dia tidak memungkiri masih terlihat berbagai kendala dalam pemasaran produk dalam negeri terutama untuk bersaing dengan produk impor. â€Pada sisi lain beberapa masalah spesifik yang muncul dalam kegiatan usaha dagang kecil dan menengah antara lain kelangkaan bahan baku, tidak memiliki akses pasar, kurangnya informasi harga dan peluang pasar di daerah,†katanya. Produk-produk unggulan Denpasar yang dipromosikan lewat misi dagang seperti garmen, kain endek bordir, perak, keramik, produk spa, kipas kayu, pernak-pernik serta pengrajin batok kelapa mendapat sambutan yang antusias dari pengusaha Medan.