Menu

PASAR KUMBASARI KALAH SAING

  • Rabu, 03 Desember 2008
  • 457x Dilihat
PASAR KUMBASARI KALAH SAING
Salah satu faktor menurunnya kunjungan konsumen ke pasar tradisional diantaranya belum optimalnya penataan dan kurangnya promosi baik yang dilakukan pedagang maupun pemerintah. Selain penataan masalah SDM pedagang itu sendiri harus perlu ditingkatkan intelektualitasnya. “Ini salah satu faktor menurunnya kunjungan konsumen ke pasar Kumbasari, “ kata Executive Director Yayasan Sudhamala Bali, Harry Simorangkir dalam sosialisasi pendampingan bagi pedagang pasar Kumbasari, Rabu (3/12) bertempat di raung pertemuan PD Pasar Kota Denpasar. Lanjut Harry menurunnya kunjungan pembeli termasuk wisatawan ke pasar tradisional ini terjadi kurang tertatanya tempat berjualan bagi pedagang dengan tempat lalu lalang pengunjung. Untuk itulah pihaknya bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar ke depan akan memberikan pelayanan pendampingan bagi pedagang Kumbasari. Adapun pendampingan yang diberikan bagi pedagang diantaranya bidang pemasaran, produk, dan bantuan hukum. Apalagi memasuki pasar global pedagang tidak hanya handal mencari langanan dengan cara tradisional, tapi cari pelangan dan lakukan promosi melalui internet. Mewujudkan langkah dimaksud pihaknya akan melakukan pendampingan dari penggarapan produksi maupun bantuan hukum bagi pedagang yang melakukan transaksi dalam jumlah besar dengan pihak konsumen. ”Jangan sampai akibat tidak paham hukum pedagang akan mengalami kerugian.”. Laxmy Saraswati Kasi Perdagangan Disperindag Kota Denpasar mengungkapkan program pendampingan bagi pedagang Kumbasari dilaksanakan sebagai wujud komitmen Pemkot Denpasar dalam meningkatkan penghasilan pedagang. Selain mengoptimalkan terjadinya kesalahan sistem pemasaran dan kiat-kiat penguasaan teknologi informasi dalam menguasai pasar global melalui akses internet. Mengoptimalkan kerja tim pendamping khusus di Pasar Kumbasari akan disiapkan ruangan khusus konsultasi. Perwakilan pedagang Kumbasari Diblok Hadi dan Putu Ariani Tani pada kesempatan tersebut sama-sama menyampaikan semenjak BOM Bali meletus dan musibah kebakaran yang dialami setahun lalu penghasilan pedagang mengalami penurunan yang sangat signifikan. Bahkan menurut Diblok hingga saat ini tidak ada lagi orderan dari wisatawan Eropa. Untuk itu pihaknya sangat mengharapkan sistem pendampingan yang dilakukan kali ini benar-benar berjalan dengan kontinju, bukan hanya sekadar wacana semata. (Oka)