PANITIA GAJAH MADA TOWN FESTIVAL DAN DENPASAR GREAT SALE DIBUBARKAN
Setelah sukses menggelar event akbar di penghujung tahun 2008 lalu yaitu Gajah Mada Town Festival dan Denpasar Great Sale, maka Senin (23/2) lalu Panitia Kegiatan resmi dibubarkan Walikota Denpasar. Acara yang dilaksanakan di Ruang Praja Utama Kantor Walikota ini merupakan suatu bentuk evaluasi dan pemberian penghargaan kepada Panitia serta seluruh elemen pendukung yang telah bekerja keras mensukseskan kegiatan. Putu Suwitra dari Deva Gae Selaras yang bertindak sebagai event organizer melaporkan bahwa tumpah ruahnya pengunjung saat kegiatan menandakan kegiatan ini telah berhasil membangkitkan eksistensi areal Gajah Mada sebagai pusat perekonomian sekaligus pula membangkitkan kota kenangan masa lalu. Omzet para pedagang selama 3 hari pelaksanaan mencapai 600 juta rupiah, bahkan sampai ada pedagang yang kelabakan melayani pengunjung. Dari penjajagan opini masyarakat baik pengunjung, pedagang maupun toko-toko disekitar areal Gajah Mada merespon positif pelaksanaan kegiatan. Mereka berharap kegiatan ini ditingkatkan baik dari segi kualitas maupun intensitas pelaksanaannya. Dari pelaksanaan Gajah Mada Town Festifal dan Denpasar Great Sale ini diharapkan dapat menjadi triger bagi bangkitnya ekonomi kreatif dan pencitraan areal Gajah Mada sebagai pusat ekonomi bisnis dan ekonomi kreatif di Kota Denpasar. Bendesa Adat Desa Pekraman Denpasar A.A. Oka Suwetja,S.H. yang bertidak selaku ketua panitia menambahkan banyaknya pedagang yang ingin berpartipasi dalam kegiatan menandakan semakin sadarnya para pengusaha kecil Kota Denpasar untuk memanfaatkan setiap peluang yang diberikan pemerintah untuk berusaha dan mempromosikan usahanya. Ini dikuatkan dengan pengakuan seorang pedagang yang justru dicari pembeli setelah ia ikut berdagang di areal Gajah Mada Town Festival.
Walikota Denpasar didampingi Wakil Walikota dan Kadis Perindag menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara beserta segenap elemen pendukung yang telah bekerja keras mensukseskan kegiatan. Pemerintah Kota dituntut untuk menggali potensi daerah dan menjadikannya sebagai identitas diri termasuk menggiatkan perekonomian. Areal Gajah Mada merupakan kota kenangan dengan sejarah warisan budaya serta geliat perekonomian yang ada didalamnya. Interaksi warisan budaya dan perekonomian ini merupakan dualisme yang bila dibangkitkan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Acara ini diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan kepada segenap elemen pendukung kegiatan. (up)