MOJANG BANDUNG SERBU ASSESORIES KOTA DENPASAR
Upaya Pemerintah Kota Denpasar untuk meningkatkan pemasaran produk unggulan terus digiatkan. Selain telah memiliki website e-commerce www.balidenpasartrading.com sebagai media promosi gratis di dunia maya, keikutsertaan dalam pameran-pameran diberbagai daerah tetap dilakukan. Hal ini untuk memberikan kesempatan perajin berinteraksi dengan pembeli lokal guna mencari agen penjual maupun mengetahui karakteristik kesukaan masyarakat didaerah tujuan pemasaran.
Pada tanggal 2 s/d 5 Juni 2011 bertempat di Cihampelas Walk Bandung, 3 perajin binaan Pemerintah Kota Denpasar menggelar hasil kreativitas dihadapan masyarakat Kota Bandung serta pembeli dari berbagai daerah lainnya. I Gst Istri Adnyadi (industry bunga spon Malen Ngopi), I Made Kananjaya (industry assesories dari kerang) dan A.A. Mas Noviyanti (industry hand fan modifikasi) adalah perajin yang berkesempatan ikut serta. Bandung yang merupakan kota fashion Indonesia sehingga disebut paris van java ini mengisyaratkan masyarakatnya hapal betul tentang mode, sehingga produk yang akan dipasarkan disana haruslah mendukung itu semua. Tidak salah bila assesories menjadi komoditi yang diburu masyarakat Kota Bandung serta masyarakat lain yang kebetulan berlibur di Kota Ini.
Sejak stand Kota Denpasar dibuka bahkan sebelum upacara pembukaan berakhir, mojang-mojang Kota Bandung telah memenuhi area stand Denpasar. Ketika kunjungan dari panitia dan pejabat setempat ke stand pun, harus berjejal dengan pengunjung lainnya. Rombongan sempat dibuat bengong di depan stand menyaksikan antusiasme pengunjung terhadap produk Kota Denpasar yang dipamerkan. Selain mojang Bandung tadi, pemilik butik dan salon banyak yang memesan produk untuk dijual ditempat usahanya. “Ya nanti saya pake sampel di salon saya, kalo banyak laku, saya pasti mesen lagi†kata salah seorang pengunjung setelah dipakaikan sirkam bunga spon.
Assesories bunga spon seperti sirkam dan jepit rambut merupakan produk yang paling banyak diserbu. Pemilik Malen Ngopi Gung Adnyadi tak sungkan memperagakan bagaimana cara memodifikasi ikatan/sanggul rambut dengan produk yang dimilikinya. “Ini salah satu cara untuk menggaet pembeli, jadinya mereka semakin yakin dan pas make’nya†ujarnya. Lain lagi Kananjaya yang membawa assories kerang berbentuk gelang, kalung, cincin dan sebagainya. Hobinya menari bondres untuk menghibur penontonnya dijadikan bekal bersenda gurau dengan calon pembeli. “Kalo kita ajak ngobrol sambil ketawa-ketawa, mereka jadi santé dan nyaman†kata pria asli Pulau Serangan ini. Ketika diwawancarai Bandung TV (kolega Bali TV), Gung Mas sebagai perwakilan peserta menyatakan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kota yang telah memberikan kesempatan bagi perajin kecil untuk memperluas pasar sekaligus memberikan pengalaman dalam bertransaksi di luar daerah Bali.
Di akhir kegiatan, berdasarkan penilaian panitia terhadap tampilan stand, tata krama penjaga stand, dan antusiasme pengunjung, stand Pemerintah Kota Denpasar memperoleh penghargaan stand terbaik. Penghargaan ini menambah panjang deretan penghargaan yang diterima oleh Pemerintah Kota setiap mengikuti kegiatan pameran di luar daerah.
(up)