MENTERI PERINDUSTRIAN SALUT DENPASAR TELAH USUNG TEMA 100 % INDONESIA
Tema 100% Indonesia digaungkan pemerintah pusat agar seluruh rakyat Indonesia mencintai dan menggunakan produksi dalam negeri. Dalam setiap kesempatan, baik program pembangunan, pameran, surat menyurat birokrasi selalu berisikan logo 100% Indonesia. Dalam pameran ICRA yang dilangsungkan tanggal 27 – 31 Juli 2011 di Jakarta Convention Centre, Menteri Perindustrian MS. Hidayat kembali menegaskan tema ini. Ketika mengunjungi stand Kota Denpasar usai acara pembukaan, beliau menyampaikan rasa salutnya karena Pemerintah dan perajin Kota Denpasar telah mengusung tema 100% Indonesia.
Ketua Dekranasda Kota Denpasar, I.A. Selly D Mantra yang didampingi Kadis Perindag Drs. Wayan Gatra dan Kabid Bina Usaha I Made Saryawan,SE mengakui ajang pameran memang memiliki arti penting dalam mengenalkan dan mencari informasi serta silang pengalaman dengan para peserta. Maka itu, pentingnya pameran harus diikuti para peserta baik pengusaha atau perajin. Seperti pameran bergengsi ICRA yang memamerkan produk unggulan kerajinan nusantara yang sangat menarik. Selain mampu menjaring pelanggan baru, juga saling menukar pengalaman dan mencari informasi baru untuk pengembangan serta inovasi produk.
“Pameran ICRA 2011 di Jakarta Convention Centre yang berlangsung lima hari tersebut merupakan yang ke 11, tapi kami dari perajin Denpasar baru mengikuti dua kali berturut-turut. Hasilnya cukup bagus, selain mampu mengajak dan memperkenalkan produk unggulan masing-masing, perajin juga dapat langsung melakukan transaksi†tegas Dayu Selly.
Kadis perindag Wayan Gatra menegaskan, ajang pameran tersebut didukung Kementrian Badan Usaha Milik Negara, Kementrian Perindustrian, Kementrian Koperasi Dan UKM yang bekerjasama dengan PT Misti Total Media dengan mengambil tema khusus “Membangun Ekonomi Kreatif Yang Berbasis Budaya Inovasi Intelektual Dan Teknologiâ€. Dengan tema tersebut diharapkan pameran ini dapat meningkatkan motivasi mitra binaan untuk lebih aktif tidak saja mengembangkan pasar lokal tapi pasar internasional. Juga melalui pameran ICRA 2011 diharapkan dapat menjadi forum promosi dan informasi serta pembinaan dan kemitraan yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu yang cukup lama.
“Pameran ini melibatkan para pengusaha dan perajin unggulan Indonesia dengan menampilkan produk unggulan masing-masing daerah dengan produk yang ditampilkan adalah produk industri mebel, perhiasan dan aksesories, cenderamata, tekstil dan produk penunjang, produk kulit dan industri olahannya, produk gelas dan kaca, industri logam dan lain sebagainya†jelasnya.
Saryawan menambahkan, para peserta/perajin disiapkan tempat/booth berukuran 3x3 meter. Peserta dari Kota Denpasar menampilkan produk pakaian jadi berbahan tenun endek oleh UD Arca dan produk spa oleh Bali Alus. Sebagai peserta pameran, Pemerintah Kota Denpasar sudah dua kali mengajak perajin untuk ikut sebagai peserta ICRA, setelah sukses tahun 2010 dengan omzet lebih dari Rp. 50 juta.
“Manfaat pameran ini sebagai sarana berbagi informasi dan promosi bagi para perajin yang tergabung dalam web site e-commerce www.balidenpasartrading.com serta membuka akses pasar terutama dalam persaingan Asean Free Trade Area serta memperkenalkan prduk unggulan Kota Denpasar 100 % Indonesia†imbuhnya.
(up)