Menu

MEMUKAU, PENAMPILAN SISWA SMA DAN IBU IBU DHARMA WANITA DALAM PERGELARAN APRESIASI CITA BORDIR DAN ENDEK DENPASAR FESTIVAL

  • Rabu, 30 Desember 2009
  • 1458x Dilihat
MEMUKAU, PENAMPILAN SISWA SMA DAN IBU IBU DHARMA WANITA DALAM PERGELARAN APRESIASI CITA BORDIR DAN ENDEK DENPASAR FESTIVAL
Sore kemarin, Selasa (29/12) hujan gerimis sempat membasahi areal Catur Muka Kota Denpasar. Panggung cat walk, sound system dan kursi undangan basah oleh kucuran air. Panitia, peserta parade, perajin sponsor, pelatih gerak termasuk undangan dan penonton dibuat gelisah. Istri Walikota Denpasar Ibu I.A.Shelly D. Mantra yang merupakan penggagas acara tak urung dibuat berdebar-debar. Mendekati pukul 8 malam hujan akhirnya berhenti. Seluruh komponen acara pun bersiap-siap. Dan pergelaranpun di buka. Sebanyak 60 model dari anak-anak SMA di Kota Denpasar dengan apik menampilkan karya-karya perajin endek Kota Denpasar. Tak ketinggalan 21 ibu-ibu Dharma Wanita Pemerintah Kota Denpasar dengan bangga ikut memperagakan hasil bordir perajin unggulan Kota Denpasar. Fashion show yang dilaksanakan kemarin bertajuk Apresiasi Cita Bordir Dan Endek Kota Denpasar di gagas Ibu I.A.Shelly D. Mantra untuk memberikan suatu ruang apresiasi bagi perajin endek dan bordir. Kesan kuno sepertinya tidak tampak pada busana-busana yang ditampilkan semalam. Kain-kain endek dimodifikasi sedemikian rupa sehingga ia pantas digunakan sebagai busana pergaulan para remaja dan anak-anak. Demikian pula bordir yang dibawakan ibu-ibu istri pejabat di Pemerintah Kota Denpasar membuat kagum penonton termasuk suami-suami mereka. Kesan anggun tampak pada tiap penampilan. Para juru foto seakan tak mau ketinggalan satu moment pun. Berkali-kali jepretan dan kilauan blitz kamera menyentuh wajah para model. Tak urung Walikota Denpasar Denpasar Ida Bagus Rai Dharma Wijaya Mantra mengambil kameranya, maju kedepan dan mengabadikan foto terutama ketika Ibu I.A.Shelly D. Mantra tampil paling akhir. Adapun penyedia busana dan asesories fashion show semalam adalah Ayulia Rumah Mode, Ayu Bordir, Pramada Rumah Kebaya, Lestari Batik & Bordir, Bidadari Kebaya & Batik Tulis, Cempaka Tekstil & Bordir, Kwace/CV. Pesona, Bali Puspa Bordir, Agung Konveksi, Suka Pendawa Garment, Ganesha, Gedong Kebaya, Busana Dewata Tekstil, Sai Suari, Surya Sukla, Griya Widi Kebaya, Edelweis Bordir, Cempaka Bali Kebaya, Harsawan Design, Sekar Jepun, Dwico, Bali Nusa, Cahya Atsuka, Dewi Collection dan Salon A3. Riuh tepuk tangan dan sorakan dukungan mewarnai malam di Patung Catur Muka kemarin. Lenggak lenggok para model ini merupakan hasil karya b’Production dan I’Am Models asuhan Nugie. Penampilan tarian kontemporer dari Sura pun sangat memukau, indah dan akrobatik. Ibu I.A.Shelly D. Mantra kemudian mengukuhkan pengurus asosiasi Bordir Kota Denpasar dengan harapan besar bahwa industri tekstil di Kota Denpasar dapat berkembang pesat baik pemasaran maupun kreasi design. Di akhir acara seluruh pendukung busana dan acara diberikan penghargaan dan karangan bunga oleh ibu-ibu istri pejabat Pemerintah Kota Denpasar yang telah mensponsori busana yang dikenakan malam itu. Ketika acara berakhir, gerimis kembali turun. Namun hal itu tidak serta merta membubarkan para model SMA, ibu-ibu istri pejabat, pendukung acara dan keluarga yang menyertai mereka. Seakan betah dengan busana yang dikenakan, berakhirnya acara menjadi ajang foto bersama dengan para designer, model, pendukung acara dan keluarga. Dengan patung Catur Muka dan logo Denpasar Festival cukup sebagai latar belakang foto bersama semalam. Banyak model, designer dan pendukung acara yang mohon agar tahun depan, acara seperti ini tetap diselenggarakan. (up)