MEMBLUDAK MASYARAKAT KOTA DENPASAR TUMPAH RUAH DI DENPASAR FESTIVAL
Sejak pukul 13.00 WITA Jl. Gajah Mada, Areal Catur Muka, Jl. Veteran dan Lapangan Puputan telah ramai dikunjungi masyarakat Kota Denpasar. Ya, sore ini tanggal 28 Desember 2009 event yang tahun lalu dikenal sebagai Gajah Mada Town Festival dan kini berganti nama menjadi Denpasar Festival, kembali digelar. Sebelum secara resmi dibuka, stand-stand pedagang baik produk kerajinan maupun kuliner banyak yang dibeli pengunjung. Baru sekitar pukul 16.00 WITA seremonial pembukaan dimulai. Pembukaan diisi dengan pergelaran fashion on the street menampilkan desain pakaian endek dan bordir dari perajin tekstil Kota Denpasar yang dibawakan secara apik oleh siswa siswi SMA Kota Denpasar. Dilanjuktan dengan parade motor tua, sepeda tua, barong sai, dan tari baris. Setelah secara resmi dibuka Walikota Denpasar semakin banyak masyarakat yang berdatangan.
Dari pantauan di lapangan sore tadi, ruas jalan tampak sesak oleh lalu lalang manusia. Baik yang berwisata bersama keluarga atau memang hendak membelanjakan uangnya. Beberapa stand pedagang tampak kewalahan melayani pembeli. Hal ini dirasakan pula oleh toko-toko di seputaran Jl. Gajah Mada. Tak sedikit toko yang memperpanjang jam bukanya mengikuti event ini. Bahkan barang dagangan yang biasanya berada di etalase toko, kini dibawa sampai keluar toko agar mempermudah promosi dan menarik orang untuk membeli. Hal inilah yang menjadi harapan penyelenggara khususnya Dinas Perindag Kota Denpasar. Toko-toko di Jl Gajah Mada sebagai tuan rumah karena berdampingan langsung dengan event dapat berpartisipasi aktif memanfaatkan acara yang digelar sebagai media promosi sekaligus meningkatkan penjualan.
Sebanyak 180 perajin dari segenap penjuru Kota Denpasar menampilkan produk-produk unggulannya berupa kerajinan, tekstil, kuliner dan lain sebagainya. Sampai pada penghujung tahun 2009, titik 0 kilometer Kota Denpasar akan menjadi pusat perhatian seluruh warga kota dan sekitarnya. (up)