Menu

Maknai Filosofi Tumpek Landep, Pemkot Kembali Gelar Pameran Keris

  • Senin, 02 Mei 2011
  • 599x Dilihat
Maknai Filosofi Tumpek Landep, Pemkot Kembali Gelar Pameran Keris
Denpasar, Menjelang hari Tumpek Landep yang jatuh pada 7 Mei mendatang, serta untuk mengaktulasisasikan makna dan filosofi hari Tumpek Landep, Pemkot Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar kembali menggelar pameran keris, benda-benda pusaka dan benda-benda tajam lainnya pada 4-6 Mei di Depan Museum Bali. Kepala Dinas Perindag Kota Denpasar Drs. Wayan Gatra, Minggu (1/5) mengatakan kegiatan yang bertajuk ”Petinget Rahina Tumpek Landep” untuk tahun ini sudah yang ketiga kalinya digelar sejak tahun 2009 lalu. Kegiatan Petinget Rahina Tumpek Landep tahun ini mengangkat tema Mengapreasiasi Keris Pusaka Sebagai Budaya Unggulan. Dengan tema ini kata Gatra yang didampingi Kabid Bina Sarana Disperindag Kota Denpasar Putu Samba, akan dapat memberikan nilai lebih terhadap pemahaman masyarakat tentang makna Tumpek Landep, tidak hanya sekedar ritual belaka. Dijelaskan pula bahwa filosopi yang terkandung dalam makna Tumpek Landep adalah sebagai motor penggerak teknologi di Bali yang tercipta dari ketajaman berpikir atau adnyana masyarakat Bali. Dengan adanya pameran ini kata Gata akan dapat kembali membangkitkan tradisi luhur kepada masyarakat luas tentang Satu Keluarga Satu Keris (One Family One Keris). ”Dengan konsep ini tradisi luhur masyarakat Bali tentang arti dan makna Keris bagi setiap keluarga yang sarat dengan multi fungsi yaitu fungsi identitas, kultural, sosial dan spiritual,” kata Gatra. Sementara Putu Samba mengatakan kegiatan ini diharapkan mampu menginspirasi dan menguatkan tindakan kreatif dalam sinergi budaya dan tehnologi. Sehingga Tumpek Landep diharapkan mampu jadi motor penggerak terhadap perkembangan dunia usaha terutama kerajinan logam dan sentra-sentra perajin lainnya di Kota Denpasar. Dengan makin seringnya sentra-sentra perajin khususnya logam mengikuti kegiatan ini akan membuat produk ini makin dikenal sehingga nantinya mampu menjadi salah satu komoditi unggulan di Kota Denpasar. Ditambahkannya tumpek landep bagi umat Hindu merupakan hari turunnya kekuatan Tuhan/ Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan prabhawanya sebagai Sang Hyang Pasupati, sedangkan kata landep memiliki makna lancip atau tajam. Jadi apabila diterjemahkan ”Tumpek Landep” memiliki pengetian, hari saat turunnya wahyu Tuhan dalam bentuk ketajaman. Jadi pada hari tersebut manusia sebagai salah satu mahluk ciptaanNya berkesempatan untuk menerima ”wahyu ketajaman” yaitu wahyu untuk meningkatkan ketajaman dan pengendalian pikiran. Ketajaman pikiran yang dimaksud adalah peningkatkan pengetahuan, kemampuan baik fisik, mental maupun spiritual. Disamping mengadakan pameran Keris, untuk mengupas tentang makna serta filosopi Tumpek Landep juga akan diadakan sarasehan pada tanggal 5 Mei di Aula Museum Bali dengan menghadirkan narasumber seperti IB. Putu Sudarsana Ketua Harian Parisada Hindu Bali, Nyoman Budiana seorang Pande Keris serta Prof. Dr. Nyoman Weda Kusuma Guru Besar Fakultas Sastra Unud. Sementara itu peserta pameran keris dan benda-benda antik lainnya bukan saja datang dari Bali. Sejumlah peserta pameran banyak yang datang dari Jawa, Lombok, Madura, Malang serta wilayah lainnya di luar Bali. Jumlah Keris yang akan dipamerkan sekitar 150 keris.