Kurangi Jumlah Pengangguran PEMKOT GELAR KURSUS WIRAUSAHA KOTA
Denpasar (denpasarkota.go.id), Pelatihan Kursus Wirausaha Kota Denpasar yang menyasar remaja putus sekolah, pengangguran dan ibu rumah tangga diharapkan dapat mengurangi jumlah penganguran di Kota Denpasar. Demikian disampaikan Wakil Walikota I GN Jaya Negara dalam sambutannya saat membuka acara pelatihan kewirausahaan, Senin (16/8) di UKM Centre Kota Denpasar Lt V Pasar Kumbasari Denpasar. Pelatihan yang berlangsung selama 3 bulan diikuti 40 peserta dimana materi pelatihan pastry dan bakery yang bekerjasama dengan Politeknik Negeri Bali melalui Yayasan Maha Vyasa.
Lebih lanjut Jaya Negara mengatakan dengan memberikan keterampilan sehingga mampu mandiri dan dapat diserap oleh industri yang membutuhkan tenaga trampil. Demikian pula ibu-ibu rumah tangga dapat menambah penghasilan keluarga. “Kami menyambut baik program yang dilaksanakan kali ini dan semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat Kota Denpasar,†ujar Jaya Negara. Menurut Jaya Negara Pemkot Denpasar senantiasa berupaya untuk mengembangkan UKM melalui program –program yang menyasar langsung ekonomi kerakyatan. "Namun demikian kami sadari sepenuhnya bahwa peran pemerintah saja tidaklah cukup untuk mensukseskan program pembangunan tersebut. Diharapkan pihak-pihak yang peduli terhadap perkembangan UKM harus terlibat pula didalamnya. Untuk itu Pemkot telah menggandeng perguruan tinggi dan sektor swasta dalam upaya pembinaan UKM serta pelaku ekonomi kreatif lainnya. Disamping itu Pemkot Denpasar juga telah memanfaatkan UKM Centre yang diresmikan pada 19 Februari lalu."
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar Wayan Gatra yang ditemui disela-sela acara mengatakan kegiatan semacam ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan bekal pelatihan yang diberikan masyarakat mampu bersaing di bidang usaha maupun industri. Dari pelatihan ini diharapkan mampu menghasilkan para wirahusaha muda sehingga makanan non beras mampu merambah dunia Pariwisata. Keterampilan membuat makanan non beras jangan dipakai di rumah saja namun agar dikembangkan terus sehingga mampu meningkatkan penghasilan keluarga. Gatra juga mengharapkan kerjasama dengan Politeknis Negeri Bali melalui Yayasan Maha Vyasa bisa terus dijalin dan program setiap tahunnya bisa berubah-ubah sesuai dengan tuntutan jaman.
Sementara Ketua Panitia Made Budiasa mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan bekal ketrampilan kepada masyarakat dalam bidang pastry dan bakery. Dengan demikian diharapkan dari kegiatan ini tumbuh wirausahaan baru yang berbakat. Disamping itu kegiatan ini guna mengembangkan ekonomi kreatif melalui pelatihan pembuatan makanan non beras dengan bahan ketela ungu. “kita ingin memanfaatkan potensi yang ada, sehingga kedepan masyarakat tidak menjadi penonton, melainkan bisa menjadi pencipta sekaligus penikmatnya,†ujar Budiasa. Pelatihan yang berlangsung tiga bulan diikuti 40 peserta dengan melibatkan 5 orang pelatih dari Politeknik Negeri Bali. (Pur)