Menu

JIWA LABIL PERMUDAH MASUKNYA PENGARUH NARKOBA

  • Jumat, 13 Juni 2008
  • 923x Dilihat
JIWA LABIL PERMUDAH MASUKNYA PENGARUH NARKOBA
Seorang yang jiwanya sedang labil lebih mudah terjerumus ajakan untuk menggunakan narkoba. Ini dikarenakan, mereka yang jiwanya labil, tanpa ada tempat untuk bernaung akan mencari pelampiasan untuk menghilangkan kepenatan hatinya, sehingga apabila ada tawaran atau ajakan dari teman untuk menggunakan narkoba akan lebih mudah berhasil. Ini disampaikan oleh seorang ibu yang mantan pecandu narkotika dalam Talk Show “Jauhkan Narkoba Dari Kehidupan Dan Lingkungan Anda” yang digelar serangkaian acara Denpasar Book Great Sale 2008. Wanita yang mengkonsumsi narkoba sejak tahun 1992 dan telah membawanya pada penyakit HIV/AIDS sejak 8 tahun lalu itu harus rutin meminum obat Anti Rectroviral untuk bertahan. Datang untuk berbagi pengalamannya, ibu empat orang anak yang mengabdikan dirinya memberikan penyuluhan kepada generasi muda itu mengaku pernah ditolak oleh tempat-tempat yang dikunjunginya baik sekolah maupun desa. “Anak-anak disini baik-baik semua, tidak ada yang seperti itu” ceritanya menirukan kalimat penolakan yang ia terima. “Tapi nyatanya? Banyak anak-anak kita yang terjerumus, usia SMP sudah mengenal tempat hiburan malam, miras, seks bebas, yang akhirnya menjurus pada narkoba” imbuhnya. Hal senada disampaikan Bapak Suwetra Kabid Preventif Badan Narkotika Kota Denpasar, “Kita harus senantiasa menjaga putra-putri kita agar terhindar dari narkoba, ajak mereka bicara, buka pikiran mereka”. Menurut beliau, disamping faktor individu pecandu, lingkungan dan ketersediaan narkoba sendiri berperan besar dalam masuknya pengaruh penyalahgunaan obat-obatan ini. Lanjut perwira Polisi ini, hanya ada tiga tempat bagi pengguna/pengedar narkoba yaitu Rumah Sakit Jiwa / Panti Rehabilitasi, Kantor Polisi / Penjara dan Kuburan. Sedangkan Ibu Dr. Luh Sri Armini Kadis Kesehatan Kota Denpasar menambahkan bahwa usia yang paling rentan terkena pengaruh narkoba dan potensial terkena HIV/AIDS berkisar antara 19 s/d 49 tahun. Hal ini didasarkan pada survey zero yang dilakukannya terhadap orang-orang yang memiliki potensi tertular seperti pekerja seks komersial. Talk show yang dikemas secara outdoor dan fun dipandu oleh Laxmy Saraswaty dan Adi Sudiawan ini mendapat perhatian yang sangat besar dari pengunjung Denpasar Book Great Sale 2008. Lebih-lebih talk show yang berlangsung selama 1 jam ini diawali dengan pemutaran film peredaran, penggunaan dan akibat buruk dari narkoba. Salah satu penonton yaitu Didit mendukung pelaksanaan talk show dan penyuluhan semacam ini untuk menyelamatkan generasi muda. Acara ini dimeriahkan juga oleh bondres dari group salju dan penyanyi Bali A.A.Raka Sidan yang ikut mengajak penonton yang hadir untuk senantiasa menjauhi narkoba. (up)