Menu

JADIKAN FESTIVAL PULAU SERANGAN MOMENT PELESTARIAN LINGKUNGAN

  • Minggu, 15 November 2009
  • 524x Dilihat
JADIKAN FESTIVAL PULAU SERANGAN MOMENT PELESTARIAN LINGKUNGAN
Sejak dilakukannya reklamasi di pesisir Pulau Serangan telah membawa dampak negatif bagi lingkungan dan biota laut di pulau Pura Sakenan tersebut. Terumbu karang dan ikan musnah dan penurunan hasil tangkapan ikan sangat dirasakan masyarakat nelayan setempat. Berbagai upaya pelestarian utamanya konservasi penyu dan terumbu karang di pulau yang memang terkenal sebagai tempat bertelurnya penyu tersebut dirasa kurang maksimal. I Wayan Patut, seorang warga Serangan yang sangat peduli dengan lingkungan sejak tahun 2002 telah berupaya memulihkan keadaan tersebut. Namun hingga kini dari 5 hektar wilayah yang rusak, dirinya dan kelompoknya hanya mampu memulihkan 1,5 hektar terumbu karang. Pemerintah Kota Denpasar menyadari betul rusaknya ekologi akan menjadi cikal bakal bencana yang lebih besar baik bagi alam maupun kehidupan masyarakatnya. Bahwa apabila gerakan penyelamatan lingkungan dilakukan secara sinergi dan bersama-sama akan membawa hasil yang jauh lebih baik dan lebih cepat. Untuk itu pada event Festival Pulau Serangan, Walikota Denpasar I.B.Rai Dharmawijaya Mantra mencanangkan gerakan pelestarian lingkungan. Dihadapan warga Serangan dan siswa-siswi se Kota Denpasar, beliau mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan menjaga kebersihan. Pada kesempatan itu pula, Walikota Denpasar mengangkat siswa-siswi se Kota Denpasar menjadi Duta Kebersihan Lingkungan dengan harapan budaya hidup bersih dapat ditanamkan pada jiwa muda ini. Didampingi Sekkot Denpasar A.A.Rai Iswara, jajaran instansi pemerintah dan Bendesa Adat Serangan, Walikota Denpasar kemudian melepas penyu dan tukik di tengah perairan laut Pulau Serangan. Beliau pula menanam terumbu karang asuh yang diletakkan di dasar laut. Terumbu karang buatan ini nantinya akan menjadi hunian bagi pengembangbiakan terumbu karang dan ikan. Dengan demikian diharapkan 3,5 hektar areal terumbu karang yang rusak dapat direhabilitasi lebih cepat. (up)