Menu

JADIKAN ENDEK SEBAGAI PRODUK UNGGULAN DENPASAR

  • Senin, 13 Desember 2010
  • 605x Dilihat
JADIKAN ENDEK SEBAGAI PRODUK UNGGULAN DENPASAR
Denpasar (denpasarkota.go.id), Denpasar selain dikenal sebagai Kota Budaya juga dikenal sebagai Kota Tekstil terutama keindahan produk tenun tradisional endek. Endek Denpasar yang memiliki keindahan corak dan motif yang khas dibanding daerah lainnya harus terus dikembangkan sehingga mampu menjadi salah satu produk unggulan Kota Denpasar. Demikian dikatakan Ketua Dekranasda Kota Denpasar Nyonya Selly Mantra didampingi Kadis Perindag Wayan Gatra dan Nyonya Antari Jaya Negara saat memimpin acara jumpa pers dengan beberapa awak media menjelang digelarnya event Pesona Endek Dan Bordir 2010 yang dibingkai dalam sebuah event tahunan Denpasar Festival 2010 yang segera digelar mulai tanggal 28 hingga 31 Desember 2010 di kawasan Gajah Mada, Senin (13/12). Dikatakan, digelarnya event tahunan Denpasar Festival yang merupakan payung dari semua kegiatan yang digelar sebelumnya dengan menampilkan berbagai macam produk unggulan Kota Denpasar seperti; produk kerajinan, industri, kuliner, seni dan budaya serta berbagai macam pelayanan. Ternyata sambutan masyarakat dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan disamping itu kegiatan ini juga mampu meningkatkan gairah dan memacu kreatifitas para pelaku usaha terutama pengrajin endek. Melalui kegiatan pesona endek dan bordir 2010 para pengrajin maupun designer terus berlomba-lomba membuat motif maupun corak dengan gaya yang trendy sesuai kebutuhan pasar. Dihadapan awak media Nyonya Selly juga mengungkapkan keinginannya untuk menjadikan endek sebagai produk unggulan Kota Denpasar dengan mencoba mewajibkan para PNS di lingkungan Pemkot mengenakan endek bebas setiap hari Jumat. Keinginan ini merupakan wujud dari komitmen Pemerintah Kota Denpasar dan Dekranasda untuk menjadikan endek sebagai salah satu produk unggulan Denpasar. Coba bayangkan, jika disepanjang kawasan Imam Bonjol endek bisa dipajang disetiap toko, kan luar biasa, ujarnya dengan nada tanya penuh harap. Menurutnya tidak ada istilah canggung atau kurang pede jika mengenakan endek, coba saja lihat pelaksanaan Denfes tahun lau, dengan balutan kain tradisional endek dengan motif dan mode yang trendy para model dari SMA/SMK se-Kota Denpasar bahkan ibu-ibu SKPD tampak sangat cantik dan anggun. Ini membuktikan bahwa endek juga mampu mengangkat citra diri sesorang disamping memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Kenyataan ini sudah barang tentu akan mendukung perkembangan produk endek dimasa yang akan datang agar bisa booming, ujar Nyonya Selly. Dengan mengambil tema Pesona Endek Dan Bordir Kota Denpasar Kreasi Mode 2011 100 % Indonesia diharapkan kegairahan para pengrajin lebih bangkit lagi melebihi tahun sebelumnya. Sehingga ajang Denfes menurut Nyonya Selly sangat tepat dipakai sebagai wahana untuk menarik minat masyarakat untuk tidak ragu-ragu lagi mengenakan kain endek sebagai busana pilihan. Ditambahkan kegiatan pesona endek dan bordir 2010 kali ini mematok fashion sebagai primadona kegiatan disamping yang lainnya seperti lomba desaign kreasi endek, lomba motif endek, seminar dan pameran out door. Dan karya-karya yang ditampilkan para pengrajin adalah karya inovasi yang dapat menjadi satu keragaman dalam ekonomi kreatif berbasis budaya unggulan Kota Denpasar dengan kreasi mode 2011 dalam 100 % Indonesia. (Sdn)