HENDAKNYA TIAP PERUSAHAAN MEMBENTUK GUGUS KENDALI MUTU UNTUK PENGENDALIAN MUTU TERPADU
Tak bisa dipungkiri mutu suatu produk turut menentukan diterima atau tidaknya produk tersebut di pasaran. Konsumen kini lebih pintar dalam memilih produk mana yang akan digunakan dalam pemuasan kebutuhan. Demikian pula pada era yang penuh persaingan seperti sekarang ini, tak hanya dibutuhkan adanya keahlian dalam berinovasi tetapi juga jaminan bahwa produk tersebut tidak akan menimbulkan masalah dikemudian hari. Hal ini seiring dengan kecenderungan global dimana technology life cycle dan product life cycle semakin pendek, persaingan semakin ketat sehingga margin keuntungan semakin tipis serta tuntutan standar mutu yang semakin tinggi. Demikian pula halnya kecenderungan produk dimana frekwensi melahirkan produk baru semakin cepat dengan jenis dan variasi yang berbeda, ditambah lagi waktu penyerahan produk semakin pendek dan biaya produksi semakin ditekan. Guna menjawab tantangan tersebut pengendalian mutu terpadu menjadi fokus utama didalam proses produksi. Pengendalian mutu terpadu merupakan suatu sistem manajemen yang melibatkan semua unsur kepegawaian di lingkungan suatu perusahaan baik sektor barang maupun jasa. Sistem ini melibatkan semua elemen karyawan mulai dari pimpinan sampai pelaksana teknis.
Melihat kondisi tersebut bahwa setiap perusahaan wajib memperhatikan pengendalian mutu produknya secara terpadu, Dinas Perindag melaksanakan pelatihan Gugus Kendali Mutu. Gugus kendali mutu merupakan kelompok karyawan di lingkup kerja yang sama yang secara sukarela melakukan kegiatan kontrol dan perbaikan berkesinambungan dengan menggunakan teknik-teknik pengendalian. Teknik-teknik yang digunakan diantaranya Model 3P (percepatan peningkatan produktifitas), Model Palda dan Elma. Berlangsung di Inkubator Bisnis Kota Denpasar Lantai V Pasar Kumbasari, pelatihan yang dilaksanakan dari tanggal 25 Mei sampai 2 Juni lalu ini mampu memberikan pedoman bagi pesertanya untuk segera membentuk gugus kendali mutu dan melakukan analisa produk cacat serta menentukan solusi tepat pemecahannya. Pelatihan dengan peserta 25 orang ini memang bukan yang pertama kali dilaksanakan, namun akan senantiasa hadir bagi upaya peningkatan mutu produk pengusaha Kota Denpasar. Demikian disampaikan Kadis Perindag I Wayan Gatra didampingi Kabid Bina Sarana I Putu Suamba di sela-sela acara pembukaan. Kegiatan ini diharapkan menjadikan pengusaha dan karyawannya paham akan pentingnya mutu produk serta mampu melakukan pengendalian dan perbaikan sesuai kondisi di perusahaan masing-masing. Dengan tingginya kualitas produk akan mendatangkan manfaat antara lain meningkatkan kepuasan konsumen, meningkatkan penjualan, meningkatkan kemampuan menghadapi persaingan, meningkatkan pangsa pasar serta menjamin harga sesuai mutu. Demikian pula dapat mengurangi tingkat kesalahan, mengurangi kerja berulang, mengurangi ketidakpuasan pelanggan, mengurangi pemeriksaan dan meningkatkan hasil dan prestasi.
Wayan Gatra menambahkan, kegiatan-kegiatan terkait pengembangan ekonomi kreatif akan terus dilaksanakan di Inkubator Bisnis Kota Denpasar. Dilengkapi fasilitas yang ada, Inkubator Bisnis yang diresmikan Pebruari lalu oleh Walikota Denpasar akan menjadi pusat penelitian dan pengembangan ekonomi kreatif di Kota Denpasar. Hal itu berarti kegiatan pelatihan ataupun kegiatan lain terkait pembinaan ekonomi kreatif akan dilaksanakan disini. Ia juga mempersilakan pihak-pihak lain yang memiliki kepedulian yang sama atas pengembangan ekonomi kreatif untuk memanfaatkan fasilitas yang ada secara cuma-Cuma. (up)