GOVERNMENT SUPPORT TINGGI, WARTA E-GOV ACUNGI JEMPOL PENGELOLAAN E-COMMERCE KOTA DENPASAR
Sebuah ajang penghargaan bagi pemerintah kabupaten / kota se Indonesia sedang disiapkan oleh Warta Ekonomi dan Warta eGov. Ajang yang bertajuk Smart Cities Award 2011 ini ditujukan kepada pemerintah daerah yang telah mengimplementasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tatanan pemerintahannya sehingga menciptakan kota yang pintar. Kota Denpasar sendiri termasuk kedalam 13 kabupaten/kota yang mendapat penilaian kunjungan langsung tim penilai dari ratusan pemerintah kabutaten/kota se Indonesia yang masuk nominasi. Chandra Yulistia,CISA dan Latifah Budi adalah anggota tim penilai yang bertugas melakukan penilaian di Kota Denpasar. Didampingi Sekretaris Dinas Kominfo Drs I Nyoman Nada,M.Si, tim mengunjungi beberapa instansi terkait pelayanan publik, Rabu (22/6) lalu. Salah satu pelayanan publik berbasis IT yang dikunjungi adalah e-commerce Kota Denpasar.
Bertempat di UKM Centre Inkubator Bisnis Kota Denpasar Lt. V Pasar Kumbasari, tim melihat sendiri support Pemerintah Kota terhadap promosi bagi produk dan usaha unggulan melalui dunia maya. Dimulai dari tempat pengembangan e-commerce, dimana sebuah ruangan khusus telah disiapkan untuk pelatihan IT bagi UKM serta ruang pendampingan dan pengembangan e-commerce. Demikian pula jaringan baik hotspot bagi pengunjung UKM Centre maupun server web yang sepenuhnya dibiayai Pemerintah Kota. Sosialisasi keberadaan web pun senantiasa dilakukan kepada calon buyers, serta system jemput bola (door to door) yang dilakukan petugas UKM Centre untuk mengikutsertakan UKM sebagai anggota web. Pelatihan IT dilakukan setiap tahun dengan jumlah peserta sedikitnya 80 orang, belum termasuk konsultasi dan pendampingan yang dapat dilakukan setiap saat. Chandra Yulistia mengatakan bahwa jumlah pemerintah daerah di Indonesia yang mengembangkan e-commerce sebagai media promosi gratis UKM daerahnya masih bisa dihitung jari. Bahkan ada yang hanya memberikan pelatihan singkat tanpa tindak lanjut sehingga masing-masing UKM harus bertarung sendiri dalam promosi di dunia maya. Langkah Pemerintah Kota Denpasar dengan mensupport total pelayanan e-commerce sebagai media promosi gratis benar-benar memperoleh acungan jempol dari tim penilai. Terlebih produk dan profil UKM terdata dengan baik dalam 1 data base. Validitas anggotapun terjamin karena merupakan binaan Pemerintah Kota sehingga calon buyers dapat lebih percaya.
Sebelum mengakhiri kunjungannya, tim sempat memberikan sarannya bagi pengembangan e-commerce kedepan. Agar web dapat lebih mudah diakses dimana saja, kapan saja, e-commerce dapat dibuat dalam format mobile sehingga dari telepon genggampun dapat dilihat sempurna. Demikian pula penambahan kata-kata kunci pencarian, link ke web lain, serta pembuatan akun di media jejaring sosial dapat mempermudah pengguna internet dalam menemukan web diantara jutaan web site di dunia. Selain itu kerjasama dengan asosiasi buyer dapat memperluas pasar. Terakhir, pendaftaran menjadi anggota agar dapat dilakukan secara on line. Hal ini untuk memudahkan petugas menghimpun peserta. Validasi tetap harus dilakukan untuk menjamin keberadaan usaha, kontinuitas produksi serta tentunya bahwa lokasi usaha adalah di Kota Denpasar.
Walaupun kunjungan ini cukup singkat, namun bagi pengelola UKM Centre yang juga operator e-commerce berterima kasih kepada tim yang telah bersedia berkunjung dan memberikan masukannya. Sementara itu Kabid Bina Usaha Dinas Perindag Made Saryawan seijin Kadis mengatakan bahwa pihaknya akan senantiasa berupaya untuk membantu UKM dalam hal promosi di dunia maya. Akhir kata ia berharap kunjungan ini selain dapat menambah nilai dalam lomba yang diadakan, juga membuka jaringan kerja antara pusat dan daerah dalam pembinaan UKM.
(up)