FESTIVAL PESONA PULAU SERANGAN BERAKHIR SUKSES
Denpasar (denpasarkota.go.id), Sebagai salah satu tujuan daerah wisata, Pulau Serangan yang dulu dikenal sebagai pusat penangkaran penyu disamping situs sejarah Pura Sakenan sejak digelarnya Festival Pesona Pulau Serangan makin menunjukkan pesonanya. “Saya harap semoga event seperti ini terus berlanjut agar potensi daerah kami bisa terangkat dan tidak tertinggal dengan daerah lainnyaâ€, ungkap Jro Bendesa Serangan Made Mudana Wiguna Senin (16/11) saat ditemui di ruang kerjanya.
Jro Bendesa Mudana Wiguna lebih jauh mengatakan, kebangkitan masyarakatnya dalam menyambut event ini sangat dirasakan. Hal ini bisa dibuktikan baik menjelang digelarnya acara hingga berakhirnya acara semua pihak bekerja keras bahu-membahu untuk membangun daerahnya. “Kondisi ini tentu amat membanggakan bagi kami untuk menata dan membangun Serangan mulai saat ini hingga kedepan sebagai daerah tujuan wisata yang menjanjikan. Sebagai daerah yang memiliki potensi atau kekayaan bahari yang sangat potensial, dengan digelarnya kegiatan ini diharapkan potensi tersebut makin tergarap lebih baik dan mampu mengangkat kondisi perekonomian masyarakat sekitar, ujarnya semangat. Dia mencontohkan beberapa potensi bahari seperti kerajinan kerang, ikan hias termasuk kulinernya dengan kegiatan ini mulai terangkat bahkan mampu menjanjikan peluang pasar baik lokal maupun nasional apalagi ikan hiasnya sudah mampu menjadi komoditi ekspor terutama ke Negara Jepang mudah-mudahan yang lain bisa mengikuti, harapnya. Bahkan kuliner Serangan yang dulunya tidak pernah dilirik kini mulai terangkat ke permukaan seperti krupuk klejot, beragam bulung, ikan laut dengan sambal pedasnya dan lain-lain. Situasi ini tentu membuat citra Serangan semakin membaik baik bagi wisatawan lokal maupun internasional. Bahkan selama tiga hari digelarnya kuliner omset yang diperoleh mampu mencapai angka 45 juta rupiah, ini adalah awal yang baik, ujarnya.
Disamping itu dalam upaya penyelamatan dan pelestarian lingkungan pihaknya juga berbangga memiliki sosok I Wayan Patut seorang pelestari terumbu karang yang dengan getolnya terus mengkumandangkan pentingnya upaya pelestarian lingkungan. Upaya ini tentu membuat citra Pulau Serangan makin baik dan merupakan salah satu upaya untuk menepis anggapan bahwa masyarakat Serangan tidak hirau dengan lingkungan. Bayangkan dari 5 hektar yang ada 1,5 hektar sudah mampu ditanami terumbu karang. Untuk pelestarian hewan khususnya penyu pihaknya bekerjasama dengan Pemerintah Kota Denpasar dan Pengusaha juga melakukan pelepasan 100 tukik dan penyu ke perairan Serangan. Atas nama masyarakat Serangan, Mudana juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak terutama kepada Pemerintah Kota Denpasar atas segala upaya yang telah dilakukan. (Sdn)