DEKATKAN BANK DENGAN UKM, PERINDAG GELAR TEMU BISNIS UKM DENGAN PERBANKAN
“Permodalan kerap menjadi batu sandungan dalam pengembangan usaha. Kekurangtahuan UKM terhadap skema-skema kredit merupakan salah satu batu sandungan tersebut. Belum lagi masalah kemampuan membuat proposal yang bankable dan pengelolaan usaha yang dananya berasal dari pinjaman bank. Sementara banyak UKM yang masih beranggapan proses pengajuan kredit perbankan rumit dan berbunga tinggi. Padahal bank memiliki skim-skim kredit khusus bagi UKM.â€
Demikian isi sambutan Kepada Dinas Perindag Kota Denpasar yang dibacakan Plt Sekretaris I Made Saryawan saat pembukaan Temu Bisnis UKM Dengan Perbankan selasa (15/11) lalu di UKM Centre Inkubator Bisnis Kota Denpasar Lt. V Pasar Kumbasari Jl. Gajah Mada Denpasar. Kegiatan yang pelaksanaannya bekerjasama dengan Bank Indonesia ini melibatkan pembicara dari BRI Gajah Mada dan BPD Cabang Utama Gajah Mada. Kehadiran 2 bank ini adalah atas rekomendasi Bank Indonesia. Sesi temu bisnispun dikemas seinformal mungkin. Hal ini untuk memberikan kesan santai dan personal antara pihak bank dan calon nasabahnya. Selain skim-skim kredit bagi UKM yang dimiliki masing-masing bank, kegiatan ini diisi pula motivasi wirasuaha dan pengetahuan manajemen keuangan yang dibawakan Konsultan Keuangan Mitra Bank.
“Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) berperan tidak hanya membantu akses UKM untuk memperoleh dana kredit bank tetapi juga membantu UKM dalam pengelolaan usaha. Pendampingan KKMB tersebut bahkan dimulai dari dibentuknya usaha. Bantuan yang dapat diberikan diantaranya manajemen sumber daya manusia, teknologi, pemasaran serta dalam hal ini akses terhadap permodalan.†Imbuh Arya Diatmika, Ketua KKMB Bali.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan Kasi Bina Sarana Perdagangan Ni Made Srinadi mengatakan, tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini diantaranya peserta temu bisnis menyadari pentingnya pengelolaan dana pinjaman bank yang baik, peserta temu bisnis dapat memahami skim-skim kredit yang ada dan memilih skim kredit yang cocok untuk usahanya, peserta temu bisnis dapat menyusun proposal pengembangan usaha yang bankable, serta terjalin kerjasama antara UKM dengan Konsultan Keuangan Mitra Bank dalam pendampingan pengelolaan usaha.
Temu bisnis ini diikuti oleh 30 peserta UKM Kota Denpasar yang berasal dari binaan Karang Taruna, Asosiasi Pengusaha Pande Besi Kota Denpasar, Asosiasi Pengusaha Bordir dan tenun, Persatuan Penjual Souvenir Kota Denpasar, wirausaha muda dari FE UNUD, serta pedagang di Pasar Kumbasari. Kegiatan sejenis akan terus dilakukan serangkaian program percepatan akses terhadap permodalan yang dicanangkan Pemerintah Kota Denpasar
(up)