Dari Pameran Adi Wastra Nusantara : Penjualan Naik 63,49 %
Pameran Adi Wastra Nusantara ke 3 yang digelar di Balai Sidang Jakarta berakhir sudah. Pameran yang digelar mulai tanggal 14 sampai 18 April kemaren merupakan pameran tekstile bergengsi yang mengangkat wastra adati nusantara beserta modifikasi kain-kain tenun, bordir dan sebagainya. Stand Kota Denpasar mendapat mendapat respon positif dari pengunjung, terbukti banyak yuang melakukan transaksi langsung maupun kontak dagang. Bahkan dibandingkan nilai transaksi dalam pameran sebelumnya, sekarang naik sampai 63,49 persen.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar I.A.Selly D. Mantra menegaskan komitmen pihaknya dalam memfasilitasi dan mengembangkan warisan budaya bangsa seperti kain endek dan border bukan hanya ke tingkat nasional tapi juga ke tingkat internasional. Aneka jenis kain yang memang merupakan kekayaan budaya Denpasar harus dilestarikan dan dikembangkan terus. Salah satunya dengan aktif sebagai peserta pameran yang bertujuan untuk promosi dan pemasaran. Kekayaan budaya kreatif produk unggulan seperti endek dan border, memang harus dikembangkan menjadi produk yang poluler. “Semuanya memiliki potensi berkembang bagus, untuk itu kami akan terus membantu meningkatkan SDM dan mutu produksiâ€, ujar Dayu Selly didampingi Kadis Perindag Drs. I Wayan Gatra,M.Si, Kabid Bina Usaha I Made Saryawan,S.E., dan Kasi Bina Usaha Perdagangan IGA Laxmy Saraswaty,S.S.
Wayan Gatra menjelaskan, ajang pameran bergengsi ini diikuti 340 stan dari seluruh Indonesia. Sedangkan buyer yang dating banyak dari luar negeri, selain dipadati pengunjung lokal. “Tema yang kita bawa adalah Pesona Endek dan Bordir Kota Denpasar Trend Mode 2010†ujarnya.â€Untuk peserta dari Denpasar adalah binaan Dekranasda Kota Denpasar diantaranya kami mengajak perajin border Sri Sri Embroidery dan perajin endek inovasi Gedong Kebaya Luxury and Beyond. Untuk memaksimalkan promosi, kami juga menyebarkan brosur dan CD tentang kain endek dan bordiran kepada pengunjungâ€.
Sementara Made Saryawan menambahkan, minat pengunjung cukup tinggi khususnya ke stan Kota Denpasar. Terbukti dari hasil penjualan disbanding keikutsertaan tahun lalu naik 63,49 persen. Dimana hasil transaksi dalam ajang pameran kali ini berhasil mencapai Rp. 41.095.500 sedangkan transaksi tahun lalu hanya Rp. 15 juta. Ini membuktikan bahwa kain produksi Kota Denpasar dapat diterima oleh new buyer dan pengunjung domestic. Untuk meningkatkan kreativitas produksi, perajin akan selalu mendapat pendampingan dari pemerintah dan Dekranasda Kota Denpasar. Berbagai pelatihan dan pendidikan secara berkesinambungan akan terus ditingkatkan. (BB)