Dari Kunjungan Mendag Ke Pasar Agung Penenjoan
Denpasar (denpasarkota.go.id), Sebagai bagian dari Program Pasar Percontohan, Menteri Perdagangan RI, Mari Elka Pangestu bersama jajarannya, Jumat (8/4) kembali melakukan kunjungan ke pasar percontohan Pasar Agung Penenjoan. Kunjungan yang dilakukan Mendag kali ini merupakan kunjungan ke enam, yang disambut Wakil Walikota I GN Jaya Negara didampingi Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara. Hadir pula dalam kunjungannya tersebut Komisi VI DPR RI Nyoman Dhamantra.
Mari Pangestu menegaskan bahwa komitmen Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk menyukseskan Program Pasar Percontohan hingga menjadi pasar kebanggaan buat masyarakat sekitarnya. “ pasar sejak jaman dahulu hingga kini memiliki fungsi strategis dimasyarakat, bukan hanya sebagai pusat niaga, tetapi juga pusat budayadan sosial. Kini pasar juga menjadi tolak ukur kestabilan harga bahan pokok. Oleh karena itu, kami betul-betul berharap program i8ni didukung secara luas oleh semua lapisan masyarakat, dan ditiru di seluruh indonesia. Jika kita memiliki pasar yang berfungsi dengan baik, maka masyarakat akan mencintainya. Dengan demikian, niscaya kesejahteraan rakyat dan Pemda-pun tambah baik,†kata Mendag disela-sela kunjungannya di Pasar Agung.
Menurut Mari Elka Pangestu pihaknya akan terus memantau dari dekat perkembangan Pasar Agung Penenjoan sejak dimulainya program tersebut sampai pada pasar tersebut tumbuh dengan baik. Pasar Agung merupakan salah satu pasar percontohan dalam program Pasar Percontohan untuk rakyat yang dilaksanakan kementerian Perdagangan pada Tahun 2011.
Sementari Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Walikota IGN Jaya Negara mengatakan program revitalisasi dari Kementerian Perdagangan sejalan dengan program Pemerintah Kota Denpasar untuk merevitalisasi pasar tradisional. Menurut Rai Mantra program revitalisasi pasar tradisional di Kota Denpasar telah dimulai sejak tahun 2010. Untuk pasar Peninjauan yang akan direvitalisasi memiliki luas tanah 83 are dimana terdapat 61 kios, 154 los, 41 emperan dan 83 pasar tidak tetap. Dengan direvitalisasi Pasar Agung Penenjoan diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. (Pur)