DARI 5 PASAR PERCONTOHAN NASIONAL, DENPASAR PALING SIAP
Program revitalisasi pasar tradisional telah digulirkan sejak 2 tahun lalu oleh Pemerintah Kota Denpasar. Setelah Pasar Desa Pekraman Renon, Ps. Sudha Merta Sidakarya, Ps. Panjer, dan Ps. Sindu Sanur, pasar tradisional milik desa adat yang kini sedang digarap adalah Pasar Agung Desa Adat Peninjoan Denpasar Utara. Mengawali langkah perbaikan adalah dengan menyusun sebuah tempat relokasi bagi pedagang Pasar Agung untuk berjualan sementara. Sebuah lokasi yang berada di sebelah timur pasar dipilih karena letaknya dekat sehingga pedagang tidak kehilangan langganan dan pembeli tetap Pasar Agung tidak perlu mencari alternative tempat berbelanja. Sebanyak 72 lapak relokasi pedagang telah siap difungsikan menyusul 185 lapak akan rampung pada anggaran perubahan tahun ini.
Direktur Logistik Sarana DIstribusi Kementrian Perdagangan Bapak Dedi Sumedi, dalam kunjungannya ke Pasar Agung Senin (27/6) kemarin mengatakan dari 5 pasar tradisional yang menjadi pasar percontohan tingkat nasional, hanya Pasar Agung Denpasar yang sudah siap. Kesiapan tersebut dilihat dari koordinasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota dengan pengelola pasar. Ini menunjukkan sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Kota dan Aparatur Desa dalam mensukseskan program yang dibiayai APBN dan APBD senilai ± 8 milyar rupiah. Dedi Sumedi mengatakan pihak Kementrian Perdagangan selalu mendukung program revitalisasi pasar tradisional agar mampu bersaing dengan pasar modern. Untuk itu pemerintah pusat tak segan segan membantu sokongan dana agar program tersebut terwujud. Pasar Agung sendiri, oleh Kementrian Perdagangan akan dibuatkan film documenter tentang sejarah, hingga proses revitalisasi selesai berdurasi 24 menit yang akan tayang pada Festival Film Indonesia.
(up)