BOOK FAIR DITUTUP, KUNJUNGAN DAN OMZET MENINGKAT TAJAM
Denpasar (denpasarkota.go.id), Sejak awal sudah diprediksi bahwa event Book Fair kali ini akan mengalami peningkatan tajam baik dari jumlah kunjungan maupun omzet. Terbukti hampir 60% jumlah kunjungan mengalami peningkatan dibanding tahun lalu hal ini berpengaruh juga terhadap omzet penjualan dimana berdasarkan catatan terakhir mencapai 106.961.855 juta rupiah. Demikian diungkapkan Drs. Wayan Gatra, M.Si saat penutupan Denpasar Book Fair didampingi Kabid Bina Usaha Made Saryawan dan Kasi Bina Usaha Perdagangan Laksmi Saraswati, Minggu (26/8).
Ditambahkannya pula, dengan mengambil tema “Membaca Adalah Gaya Hidup Dan Masa Depan†dengan hari Saraswati sebagai spiritnya event yang rutin digelar setiap tahun ini adalah salah satu bagian dari upaya Pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Suksesnya penyelenggaraan kali ini disamping karena lokasi yang strategis juga dukungan dari semua pihak seperti; Pemerintah dengan SKPDnya, Swasta dan Masyarakat. Dijelaskan pula hampir 800 personil diturunkan untuk mendukung acara ini diantaranya, Dishub, TNI, Poltabes, Babinsa, Kodim, Trantib, Pecalang yang tergabung dalam Pos Keamanan Terpadu disamping para Seniman, Cendikiawan, Penerbit, Distributor, Toko-Toko Buku, Pelajar, HMT, Peguyuban Skate Board, Artis Musik dan lain-lain. Kedepan pihaknya akan tetap berusaha menyajikan yang terbaik buat masyarakat seperti menambah koleksi buku-buku bacaan tentu dengan dibarengi diskon dan obral besar-besaran, ujarnya. Untuk memberi reword pada peserta pihaknya juga memilih stand terbaik berdasarkan poling masyarakat/pengunjung. Hasilnya stand Toko Buku Intan Pariwara keluar sebagai yang terbaik sedangkan untuk kuliner diraih oleh SMKN 5 Denpasar. Disamping itu juga diserahkan hadiah bagi skater untuk performan terbaik yang dimenangkan Anom.
Sementara Agus Sutamayasa salah seorang pengunjung asal Nangka Utara mengatakan event ini cukup membantu dirinya dimana ia dapat membeli buku dengan harga jauh lebih murah. Kendala mahalnya buku jadi permasalahan klasik bagi setiap orang tua apalagi bukunya selalu berganti-ganti padahal isinya tidak jauh beda. Untuk itu Sutama berharap agar event seperti ini terus digelar bila perlu tidak saat Saraswati saja, ujarnya berharap. Hal senada juga disampaikan Indah Vitriani salah seorang siswa SMA di Denpasar. Event ini membangunkan kesadaran saya untuk terus belajar sebab event ini menurutnya dibuat dari, oleh dan untuk pelajar itu sendiri, ucapnya. Acara kemarin ditutup dengan tari-tarian, bondres dan parade Band. (Sdn)