Menu

BONDAN MAK NYUS “LAIS MESELUK”

  • Sabtu, 09 Mei 2009
  • 558x Dilihat
BONDAN MAK NYUS “LAIS MESELUK”
Saran Walikota agar pedagang selalu inovatif dan kreatif dalam mengelola usahanya, disambut antusias oleh para pengrajin maupun pedagang yang ikut dalam event pasar raya “Pekenan Lais Meseluk” di Kecamatan Denpasar Barat. Terbukti dari sekian kali menggelar event pasar rakyat, cara penyajian, kebersihan maupun cita rasa sudah mulai nampak ada perubahan. Demikian disampaikan Kadis Perindag Kota Denpasar Drs. I Wayan Gatra, M.Si ketika menutup event “Pekenan Lais Meseluk” Sabtu (9/5) di lapangan Kompyang Sujana Denbar. Gatra menambahkan, dibalik krisis ekonomi global yang melanda seluruh belahan dunia, pengembangan ekonomi kerakyatan dengan konsep ekonomi kreatif dan kearifan lokal layak untuk dilaksanakan. Hal ini juga sejalan dengan apa yang digagas Walikota Denpasar I B Rai Mantra untuk menjadikan tahun 2009 sebagai Tahun Ekonomi Kreatif Berwawasan Budaya. Hal ini penting artinya dalam menghadapi pasar bebas yang semakin mengglobal, ujarnya. Perdagangan bebas menuntut perhatian pemerintah untuk selalu menciptakan iklim yang berpihak pada ekonomi rakyat yang pada gilirannya dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya usaha masyarakat. Disamping itu iklim yang berpihak kepada rakyat juga dapat melestarikan budaya kearifan lokal serta menjadikan budaya sebagai salah satu kekuatan untuk dikembangkan menjadi potensi pengembangan ekonomi krteatif. Gatra juga menjelaskan, selama tiga hari pelaksanaan “Pekenan Lais Meseluk”, hingga hari terakhir perputaran uang mencapai angka 250 juta lebih. Angka ini tentu sangat mengembirakan khususnya bagi para pedagang maupun pihak penyelenggara. Karena dapat dipastikan para pedagang rata-rata mampu meraup keuntungan walaupun tidak besar. Disamping itu yang lebih menarik dari event Pekenan Lais Meseluk kehadiran seorang pakar kuliner sekaligus presenter dari Jakarta Bondan Winarno alias Mak Nyus yang sengaja datang ke Kota Denpasar untuk melihat secara langsung pelaksanaan pasar rakyat di Kecamatan Denbar ini. Kehadiran Mak Nyus rupanya banyak diketahui oleh para pedagang maupun pengunjung hari itu. Hingga mereka berebutan untuk dapat berfoto dengan pria ganteng hitam manis ini. Alhasil Mak Nyuspun jadi lais meseluk oleh para pedagang maupun masyarakat pengunjung. Usai foto bersama Mak Nyus yang didampingi Tim BPPI (Badan Pelestarian Pusaka Indonesia) Pusat ibu Catrini, ibu Laretna dan Haji Damai disuguhi beragam masakan kuliner seperti sate kakul, tipat cantok, daluman, kripik bekicot, rujak, jaje gina, es ancruk dan lain-lain. Usai menikmati hidangan diapun berujar “Kuliner Bali sangat eksotik dan luar biasa perlu dikembangkan terus”. Dikatakannya pula bahwa Bali khususnya Denpasar banyak menyimpan potensi besar di sektor ekonomi kreatif, tetapi belum banyak disentuh oleh kebijakan dan digarap secara optimal, imbuhnya. Terhadap pernyataan ini Gatra yang didampingi Kepala Bappeda Nindya Putra, Kepala Bagian Ekonomi Dewa Agung, Kabid Bina Usaha Saryawan dan undangan lainnya tersenyum dan merasa puas. (Sdn)