Menu

BANTU UKM KOTA DENPASAR, FTP UNUD AJUKAN DANA PEMBINAAN KE PUSAT

  • Senin, 30 Mei 2011
  • 593x Dilihat
BANTU UKM KOTA DENPASAR, FTP UNUD AJUKAN DANA PEMBINAAN KE PUSAT
Upaya Pemkot Kota Denpasar dalam membantu pengembangan ekonomi kreatif gencar dilakukan. UKM Centre yang diresmikan tahun lalu dimaksimalkan dengan melaksanakan berbagai kegiatan. Dengan menggandeng perguruan tinggi di Bali, diharapkan pengetahuan para pelaku ekonomi kreatif dapat meningkat dan menambah value added produk mereka. Salah satu perguruan tinggi yang menandatangani MoU dengan Pemkot Denpasar dalam lounching UKM Centre adalah Fakultas Teknologi Pertanian Unud. Melalui tim penelitinya, fakultas yang dipimpin Dekan DR. Ir. I. G. P Ganda Putra,MP ini berencana mengajukan proposal pembinaan ke Dirjen DIKTI Jakarta. Usaha yang dipilih kali ini adalah Usaha Bija Jamur oleh Karang Taruna Putra Negara Desa Peguyangan Kaja. Difasilitasi staf UKM Centre, salah satu tim peneliti FTP Unud Prof. Bambang Admadi ketika ditemui di lokasi usaha selasa (23/5) silam mengatakan kebanggaannya kepada sekelompok generasi muda yang dengan tekun membangun dan mengelola sebuah tempat budi daya jamur tiram. “Jarang saya lihat kelompok tani yang beranggotakan anak muda yang berani dan tekun mengelola usaha pertanian disuatu tempat (sentra). Biasanya anggotanya adalah orang tua dan lokasinya tersebar sehingga sulit dibina” terangnya. Ketika ditanya program pembinaan apa yang akan diberikan, guru besar FTP ini menjawab berkaitan dengan program pengolahan pasca panen. “Jamur tiram yang diproduksi, selain dapat dijual segar, juga dapat diolah sehingga dapat menambah nilai jual. Jamur sendiri dapat diolah menjadi bakso, crispy, kripik dan lain sebagainya. Peralatan yang digunakanpun akan kita ciptakan sendiri sehingga lebih tepat guna dan terjangkau. Biasanya usaha pengolahan ini terkendala di alat yang mahal sehingga tidak mampu diproduksi oleh UKM.” Ketua Karang Taruna Putra Negara Ni Wayan Purnami Rusadi didampingi Sekretaris Made Surya Permana menyambut baik rencana ini. “Biasanya produk kami langsung dijual segar ke pasar tradisional dan pasar swalayan. Dengan adanya rencana pelatihan ini kami harap dapat menambah pendapatan kelompok kami terutama memanfaatkan produk jamur yang tidak lolos sortiran untuk dijual ke swalayan.” Selain itu pengurus yang baru setahun dilantik ini mengatakan juga dapat menguatkan jaringan antar pengusaha jamur baik pembibitan, dan budi daya, dengan mengolah produk jamur yang dihasilkan dan memasarkannya kembali. Kadis Perindag Wayan Gatra ditemui terpisah menyampaikan apresiasinya kepada segenap pihak yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan wirausaha muda. Terlebih, FTP Unud berencana mengajukan dana pembinaan ke pusat disamping dana yang disiapkan Pemerintah Kota Denpasar. “Ini adalah bentuk sinergi pembinaan oleh beberapa instansi di Kota Denpasar mulai dari Desa, Dinas Pertanian dan Dinas Perindag serta diperkuat dukungan dari pihak luar. Harapannya, makin banyak pihak yang turun tangan dalam pembinaan ekonomi kerakyatan, makin baik” ujarnya. (up)