BANTU PROMOSI UKM WUJUD SEWAKA DHARMA
Tiap peluang pameran produk unggulan dimanfaatkan maksimal oleh Pemerintah Kota Denpasar untuk mempromosikan produk dan usaha perajin potensial di Kota Denpasar. Satu lagi ajang pameran yang diikuti 13 s/d 17 Mei 2009 kemarin adalah Pameran Produksi Indonesia. Event yang diselenggarakan oleh Departemen Perindustrian ini menampilkan seluruh produk Indonesia baik kerajinan sampai pada produk manufaktur besar dengan tujuan memperkenalkan kepada khalayak bahwa bangsa Indonesia dapat memproduksi sendiri produk-produk berkualitas. Disamping itu untuk meningkatkan daya saing nasional, meningkatkan apresiasi, kebanggaan dan kecintaan terhadap produk dalam negeri sehingga semakin tumbuh keyakinan dan kepercayaan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat terhadap kemampuan jajaran industri nasional dalam rangka menunjang upaya menuju bangsa yang mandiri dan sejahtera. Bertempat di Jakarta International Expo, pameran ini mengambil hall dari Hall A sampai dengan Hall D yang diisi oleh pengusaha – pengusaha seluruh Indonesia baik besar maupun kecil yang memproduksi sendiri produknya. Selain pameran, kegiatan penunjang yang dilaksanakan antara lain seminar dan diskusi, talk show, kontak bisnis, karya wisata, aneka lomba, pemberian penghargaan dan aneka festival.
Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian Dan Perdagangan menggandeng 3 perajin masing-masing Budaya Ayu Silver, Bali Jaya Shoes dan perajin kerang King Saguna Jaya. Kepala Bidang Bina Usaha Dinas Perindag Made Saryawan menyadari keterbatasan dana menyebabkan tidak semua perajin unggulan Kota Denpasar dapat diikutsertakan, sehingga strategi yang diterapkan adalah mengajak para perajin secara bergiliran. Wayan Sumardika perajin sepatu Bali Jaya Shoes menyampaikan kepuasannya atas hasil penjualan pada pameran maupun terhadap pelayanan panitia. “Selama saya mengikuti pameran, saya tidak pernah mendapatkan fasilitas semewah ini†demikian selorohnya. Pemerintah Kota Denpasar menyadari sepenuhnya bahwa perluasan pangsa pasar dapat diraih melalui ajang pameran maupun promosi semacam ini. Namun tidak semua perajin mampu untuk membiayai dirinya selama ditempat pameran. Untuk itu seluruh biaya yang dikeluarkan ditanggung oleh Pemerintah Kota Denpasar. Hal ini sebagi wujud sewaka dharma dalam melayani masyarakat khususnya pengusaha kecil dan menengah. Hasil penjualanpun cukup melegakan. Selama 5 hari pameran, ketiga perajin ini mampu mencapai omzet total 28 juta rupiah. “Ini cukup membanggakan, perajin yang kami ajak merasa puas dan senang atas omzet yang diraih. Peluang promosipun telah terbuka dengan habisnya tas, brosur, folder, kartu nama, CD yang berisikan media promosi perajin produk unggulan Kota Denpasar†demikian disampaikan Laxsmy Saraswaty Kasi Bina Usaha Perdagangan. Kedepan event-event sejenis akan terus diikuti disamping menyelenggarakan sendiri event-event di Kota Denpasar.
(up)