Menu

ANGKAT EKONOMI KERAKYATAN DAN WARISAN BUDAYA LOKAL, PERINDAG DENPASAR GELAR PEKENAN KECAMATAN

  • Rabu, 18 Februari 2009
  • 608x Dilihat
ANGKAT EKONOMI KERAKYATAN DAN WARISAN BUDAYA LOKAL, PERINDAG DENPASAR GELAR PEKENAN KECAMATAN
Bali memiliki kearifan lokal yang unik dan telah mendunia. Tiap-tiap daerah di Bali seakan memiliki kekhasannya tersendiri baik dari segi alam geografis sampai pada adat sosial kemasyarakatannya. Hal ini tercermin pada hasil-hasil budaya yang dimiliki tiap-tiap daerah tersebut. Kota Denpasar sebagai ibu kota Propinsi Bali tentunya juga memiliki warisan budaya baik yang merupakan budaya asli Kota Denpasar maupun hasil akulturasi dengan berbagai elemen budaya dari daerah lain. Bentuk-bentuk seni pertunjukan, kerajinan, makanan tradisional ataupun adat budaya yang terdapat di Kota Denpasar adalah hasil dari keseharian masyarakatnya. Ditengah arus globalisasi dan pengaruh budaya luar, warisan budaya asli yang merupakan cerminan kearifan lokal ini tentunya wajib dilestarikan dan dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kerakyatan. Hal inilah yang mendasari Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian Dan Perdagangan menggelar event yang mengangkat kearifan budaya lokal di masing-masing kecamatan. Guna merealisasikan tujuan tersebut, selasa (17/2) kemarin diselenggarakan rapat persiapan di kantor Dinas Perindag Kota Denpasar. Pertemuan tersebut membahas konsep kegiatan yang pertama kali akan digelar di Kecamatan Denpasar Selatan. Hadir dalam pertemuan tersebut, unsur Kecamatan Denpasar Selatan, Kepala Desa/Lurah se Kecamatan Denpasar Selatan dan Bendesa Adat Sesetan. “Kegiatan pertama ini akan digelar di Lapangan Pegok Sesetan pada tanggal 7 s/d 9 Maret 2009 dengan mengambil konsep Pekenan. Jadi peserta yang merupakan pedagang maupun perajin kecil di Kecamatan Denpasar Selatan akan kita sediakan tempat berjualan. Untuk perekrutan pedagang kita serahkan sepenuhnya kepada pihak Desa/Lurah dikoordinir Kecamatan karena pihak Desa/Lurah yang tahu pedagang kecil yang memiliki potensi untuk dikembangkan di daerahnya” demikian diungkapkan Made Saryawan, Kabid Bina Usaha Perindag didampingi IGA Laxmy Saraswati, Kasi Bina Usaha Perdagangan. Ditambahkan Laxmy, produk-produk yang ditampilkan dibagi menjadi 3 macam yaitu Pekenan Kriya yang menghadirkan hasil kerajinan, Pekenan Lawas menghadirkan makanan tradisional dan Pekenan Kinijani menyajikan sembako dan produk fresh market lainnya. Disamping Pekenan yang merupakan aktivitas perdagangan, juga akan diisi dengan permainan seperti lomba tajog, ngejuk kucit dan lain-lain yang merupakan permainan tradisional. Workshop pengemasan kuliner juga akan digelar sebagai proses edukasi kepada pedagang tradisional tentang pentingnya pengemasan untuk perlindungan makanan maupun menarik minat pembeli. Acara hiburan akan diisi oleh Sekehe Teruna Teruni di Kecamatan Denpasar Selatan. Pelibatan STT di Pekenan yang menghadirkan produk tradisional ini disamping untuk memberikan ruang kreativitas, juga untuk mengedukasi agar anak muda tidak selalu identik dengan mall. Sementara Kadis Perindag Wayan Gatra ditemui di ruang kerjanya mengatakan, “Untuk tag line kegiatan setelah mendapat masukan dari berbagai pihak akan kita ajukan kepada Bapak Walikota untuk memperoleh persetujuan tag line apa yang akan dipakai. Tag line kegiatan ini haruslah memiliki kekhasan dan keunikan tersendiri sehingga memunculkan rasa penasaran sekaligus proses keingintahuan masyarakat untuk hadir di acara dimaksud dan juga harus dapat digunakan untuk kegiatan Pekenan yang menysul diselenggarakan di kecamatan-kecamatan lainnya di Kota Denpasar”. Kegiatan pekenan Denpasar selanjutnya akan dilaksanakan di Lapangan Kompyang Sujana Denpasar Barat. (up)