AGEN GAS ELPIJI DISIDAK TIM GABUNGAN PEMKOT DENPASAR
Denpasar (denpasarkota.go.id), Mengantisipasi terjadinya berbagai dampak akibat kadaluarsa dan rusaknya tabung gas yang dijual para agen elpiji di Kota Denpasar, Tim Gabungan Pemerintah Kota Denpasar melakukan sidak pada dua agen gas elpiji di Kota Denpasar, Rabu (28/7). Tim gabungan yang dikoordinir oleh Dinas Trantib dan Satpol PP melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdaganan dan instansi terkait lainnya. Dari hasil sidak yang dilakukan tersebut ditemukan ratusan tubung gas elpiji 3 kg yang rusak dan tidak layak dijual karena membahayakan konsumen.
Menanggapi temuan tersebut Plt. Kepala Dinas Trantib dan Satpol PP Kota Denpasar, Nick Natha Wibawa mengatakan sidak ini merupakan bentuk antisipasi dari Pemerintah Kota Denpasar untuk menghindari terjadinya musibah yang akhir-akhir ini banyak terjadi akibat kerusakan tabung gas. “Kami mengharapkan pada pihak pertamina untuk melakukan pengawasan langsung ke agen-agen elpiji, serta memberikan surat keterangan yang menyatakan tabung gas elpiji yang dijual di setiap agen aman untuk masyarakat,†ujar Nick Natha Wibawa. Dari hasil sidak yang dilakukan tim gabungan Pemkot Denpasar ke sejumlah agen gas elpiji, Nick Natha Wibawa merasa kaget karena ditemukan banyak tabung gas yang rusak. “Kita baru hanya mengambil beberapa sample yang tidak ada label SNI (standar nasional Indonesia) untuk diteleti keamanannya tapi hasilnya cukup mengejutkan, banyak ditemukan tabung gas yang rusak,†ujar Nick Natha Wibawa. Dari ribuan tabung gas yang tersimpan di gudang UD Lestari Jaya milik Ni Made Nuratni (60), diambil 2 tabung gas tanpa SNI ternyata satu diantaranya bocor. Sedangkan untuk dealer elpiji pertamina PT. Suman Gasindo Dewata ditemukan 115 tabung gas elpiji yang rusak. Untuk itu Ia menghimbau para agen gas elpiji sebelum menyalurkan pada konsumen agar melakukan pengecekan secara teliti sehingga gas yang dijual betul-betul aman. Pada kesempatan tersebut Nick Natha Wibawa juga menharapkan masyarakat lebih teliti dalam membeli gas, terutama gas 3 kg.
Penanggung jawab PT Suman Gasindo Dewata yang beralamat Jl Danau Tempe, Denpasar Selatan, Wayan Suwardana mengatakan sesuai dengan hasil rapat para agen dengan pihak pertamina mengatakan semua produk pertamina adalah aman. Untuk itu pihaknya tidak mengetahui adanya tabung-tabung palsu. Karena pada tahun 2007 semua tabung gas buatan pertamina tanpa label SNI. Namun setelah sering terjadi kecelakaan yang disinyalir akibat tabung palsu mulai tahun 2009 pertamina baru mengeluarkan tabung gas berlabel SNI. “Kita selalu waspada terhadap adanya kurasakan dan kebocoran tabung gas dengan memeriksa kembali secara detail tabung yang dikirim dari Pertamina pada PT Suman Gasindo Dewata,†ujar Suwardana. Dari hasil pemeriksaan tabung yang dikirim Suwardana mengaku telah menemukan dan menyisihkan sebanyak 115 tabung rusak dan bocor. Terkait dengan adanya tabung yang rusak dan bocor ini pihanya akan mengembalikan pada Pertamina sesuai dengan perjanjian.
Sementara pegawai UD Lestari Jaya, Wayan Pardi mengatakan perusahaannya rata-rata setiap hari menerima 3 truk yang terdiri 2000-3000 tabung. Setiap truk selalu ditemukan tabung yang rusak dan bocok yang kemudian dikembalikan pada pertamina. (Sidi)