“PEKENAN LAIS MESELUKâ€
Denpasar (denpasarkota.go.id), Denpasar, Event pasar rakyat yang digelar di Jaba Pura Pangrebongan Kesiman Kecamatan Denpasar Timur kemarin ditutup. Dipilihnya Jaba Pura Pangrebongan sebagai lokasi kegiatan diharapkan bisa jadi ikon baru di wilayah tersebut. Demikian diungkapkan Kadis Perindag Drs. I Wayan Gatra, M.Si didampingi ketua panitia Made Karim saat penutupan Minggu (8/11) di jaba Pura Pangrebongan.
Menurut Made Karim, selama kegiatan berlangsung arus lalu lintas boleh dikatakan lancar. Mengingat lokasi Pura Pangrebongan ini memiliki lahan parkir yang cukup memadai disamping kesigapan petugas yang turut memiliki andil dalam memperlancar kegiatan. Selama tiga hari digelar antusias masyarakat terlihat sangat bagus hal ini bisa dibuktikan dari hasil transaksi penjualan selama tiga hari mampu mencapai angka 80 juta rupiah. Dari 60 stand yang ada, kelompok kuliner dan stand bunga mendapat kunjungan paling banyak disamping kelompok pakaian jadi dan asesoris. Sementara Kadis Perindag Wayan Gatra mengatakan, hal yang dapat dipetik dari event pasar keliling yang digelar di empat Kecamatan ini adalah berubahnya pola manajemen dan pola penyajian dari para pedagang. Seperti; bentuk kemasan dan penyajian yang semakin cantik dan menarik, adanya inovasi kreatif yaitu upaya mengolah bahan yang tidak bermanfaat jadi bermanfaat yang kemudian disulap menjadi barang yang memiliki nilai jual. Seperti pedagang bunga yang ada dipojok selatan bahannya sebagian besar dari bahan yang terbuang, ujarnya. Kemudian cita rasa makanan yang disajikan sudah semakin baik dengan kesehatan dan kebersihan yang terjamin disamping harga yang terjangkau. Situasi ini tentu amat menggembirakan bagi perkembangan UMKM ( Usaha Mikro Kecil Dan Menengah ) di Kota Denpasar. Perekonomian rakyat yang akhir-akhir ini terdesak adanya sistim globalisasi maupun sistim reformasi ekonomi dimana persaingan semakin ketat yang dampaknya kemiskinan dan pengangguran meningkat maka ekonomi kreatif dan kearifan lokal sebagai alternative harus terus dikembangkan. Sehingga apa yang digagas Walikota yaitu membangun ekonomi kreatif berwawasan budaya baginya amat tepat. Untuk itu pelaku UMKM harus terus diberikan ruang dan kesempatan sehingga UMKM semakin eksis dan upaya pengentasan kemiskinan bisa semakin dipercepat, ujar pria ini. Menjawab pertanyaan dari para pelaku UMKM prihal Apakah event ini berakhir sampai disini. Gatra menjawab tegas, sepanjang itu bermanfaat bagi masyarakat tidak ada kata-kata berhenti dan tahun depan pelaksanaannya akan diserahkan langsung ke masing-masing Kecamatan. (Sdn)